Sepanjang sejarah dan sampai pada hari ini, semangat muda telah memberi pengaruh yang besar terhadap perubahan-perubahan dimuka bumi ini. Tak dinafikan memang, tentang spirit dan daya juang mereka. Mereka adalah masa depan bagi negara. Dan merupakan pengganti dari pendahulu mereka yang benar sudah layak untuk istirahat
Antusiasme, intektualitasme, dan kemampuan mereka sangat diperlukan oleh dunia. Mereka memang layak disebut sebagai kekuatan dunia. Tak heran presiden pertama indonesia berkata: “beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan ku genggam dunia”
Semua itu dikarenakan pemuda mempunyai spirit lain, mempunyai kekuatan lebih, dan banyak hal yang istimewa tentangnya. Banyak peristiwa serta hal yang berharga menjadi ada, atas hasil jerih payah dari makhluk yang bernama pemuda ini. Kemerdekaan negara indonesia, reformasi serta penggulingan presiden yang katanya diktator di negara kita indonesia, semua merupakan hasil dari para pemuda. Semua merupakan hasil dari para manusia yang mempunyai spirit serta intelektualitas yang matang.
Jikalau kita melihat pada pedoman kita, yaitu Alquran. Atau menengok pada zaman nabi saw, kita akan dapati banyak kisah atau perjalan pemuda. Di Alquran sendiri banyak menyebutkan tentang sosok-sosok pemuda. Sosok pemuda yang membangkang, sosok pemuda yang sabar, dan juga sosok para pemuda yang kuat tekadnya. Sebagai contoh, seorang pemuda yang membangkang yaitu putra Nuh as. Seorang anak yang diajak oleh ayahnya seorang rasul yang diuutus untuk menyebarkan kebenaran. Seorang yang diutus untuk menyebarkan tauhid, agar semua orang percaya pada Allah dan beriman padanya, ternyata putranya malah tidak mempercayai ayahnya sendiri. Ini karena watak seorang pemuda yang keras kepala. Walaupun demikian, pemuda yang bernama kan’an berwatak jelek dan mempunyai sifat yang buruk, ada satu point yang bisa diambil. Yaitu bahwasanya seorang pemuda mempunyai watak yang cukup keras dan sifat membangkang. Tinggal bagaimana nantinya sifat pembangkang ini dipakai untuk membangkang kedzaliman dan berbuah pada kebaikan contohnya, pada kemerdekaan RI. Sifat pembangkang ini perlu ada untuk membangkang belanda dan jepang yang kala itu menjajah negara kita republik Indonesia.
Kemudian alquran menyebutkan kembali seorang pemuda, yang bernama Ismail. Seorang nabi yang merupakan putra dari nabi Ibrahim as. Nabi Ismail adalah kakek moyang dari nabi Muhammad saw. Ia merupakan seorang nabi yang mempunyai ketaatan pada Allah, dan taat pada orang tuanya. Sudah tak asing lagi bagi kita tentang kisahnya yang termaktub dalam quran, dan yang biasa di ceritakan ketika iedul adha, atau iedul qurban. Kisah seorang nabi yang taat pada ayahnya, padahal ayahnya diperintahkan untuk menyembelihnya. Namun karena seorang pemuda yang bernama Ismail itu mempunya keimanan pada Allah dan percaya tentang apa yang yang diwahyukan pada ayahnya, maka ia menerimanya dan patuh. Itulah dia sifat seorang pemuda yang sebenarnya dan seharusnya.
Masih banyak kisah pemuda lainnya dalam alquran. Diantara mereka ada yang membangkang ataupun memberi contoh yang baik pada generasi sekarang dan yang akan datang. Namun yang jelas harus kita ketahui, alquran menyebutkan pemuda-pemuda bukan berarti tanpa makna. Tapi malah bermakna sangat dalam. Didalamnya kita bisa mengambil hikmah tentang karakteristik-karakteristik pemuda. Karakter yang sungguh benar-benar dunia ini bisa di ubah oleh makhluk Allah yang bernama pemuda. Tapi yang jelasnya, alquran sudah memberi contoh pada banyak pemuda. Dan dunia ini bisa digenggam oleh pemuda, asal pemuda tersebut sesuai dengan yang diperintahkan oleh alquran. Contohnya meniru keimanan yang dimiliki oleh nabi Ismail, dan meniru ketaatannya pula pada Allah dan ayahnya.
Diantara kisah-kisah para pemuda lainnya didalam alquran adalah kisah nabi Yusuf, yang mana merupakan kisah yang paling bagus dan banyak ibrah yang bisa kita petik didalamnya. Kisah seorang pemuda yang meminta perlindungan pada Allah ketika ia berada dalam godaan seorang perempuan yang bernama Zulaikha. Kemudian kisah para ashabul kahfi, yang mana mereka menolak tentang pemahaman yang salah. Dan mereka meyakini adanya Allah. Mereka berfikir tentang adanya pencipta yang sesungguhnya yaitu Allah swt. Maka seharusnya seperti itulah pemuda. Inilah yang disebut pemuda sebagai pembaharu. Karena memang selain menjadi pembaharu, pemuda itu bisa pula menjadi sampah dan bahan ejekan. Hanya menjadi kotoran dan keresahan.
Setelah disebutkan didalam alquran, pada zaman nabi saw juga, para pemuda tak lepas peran pentingnya. Diantara mereka ada yang memimpin pasukan untuk berperang, padahal usianya baru mencapai tujuh belas tahun. Diantara mereka juga banyak yang ilmunya dimanfaatkan. Kalau bukan karena mereka, islam tidak akan sejaya ini. Diantara sahabat nabi yang pemuda kala itu adalah: Anas bin Malik, Zaid bin Haritsah, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Amr bin Ash, Thalhah bin Ubaidillah, Muadz bin Jabal. Mereka adalah para pemuda yang ada pada kehidupan nabi. Mereka adalah pemuda yang mempunyai intelektualitas yang tinggi. Spiritualitas yang besar. Yang taat pada Allah dan rasulnya. Mengikuti ajaran nabi, dan bersama-sama berjuang dengan nabi.
Sekarang tinggal bagaimana menjadikan pemuda itu sebagai pembaharu yang sesungguhnya. Karena sekarang ini banyak sekali pemuda yang justru menjadi penghalang akan kemajuan sebuah bangsa. Yang pertama kali, kita merujuk pada alquran. Disanalah semua kita diatur dan dijadikan sebagai insan yang sesungguhnya. Juga kemudian yang penting adalah peran orang tua. Terutama tentang doktrin yang diterapkan pada cikal bakal pemuda tersebut. Bagaimana orangtua tersebut mendidik anaknya, mengajarinya tentang hal-hal ketika seorang manusia itu masih kecil dan tak tahu apa-apa. Yang harus diperhatikan, ketika sang pemuda itu lahir dan siap terjun. Orang tua selalu berperan. Bagaimana agar sang pemuda tersebut tidak merasa sendiri, dan ia selau mendapat support dari orang tuanya. Karena sesungguhnya jikalau tidak demikian, pemuda itu hanya akan menjadi orang yang membarui diskotik-diskotik, membarui merek minuman keras yang makin bertambah merek karena banyak permintaannya. Atau malah membarui janin yang akan lahir, karena banyak yang hamil diluar nikah.
Manakah pembaharu itu? Kapan dia akan muncul? Benihnya sudah ada namun belum ada yang menjadi pohon yang sesungguhnya. Tinggal menunggu zaman berganti. Suatu saat pembaharu itu akan muncul. Asal setiap pemuda itu sadar akan dirinya. Akan kewajibannya. Dan yakin pada dirinya, juga yakin pada tekadnya. Yang penting alquran merupakan sesuatu yang tak bisa lepas dan ditinggalkan begitu saja.
Pembaharu Itu Bernama “Sang Pemuda”
Secercah Harapan
Seonggok manusia tersibukkan dengan kegiatannya masing-masing. Entah bernilai ataupun tidak, mereka menikmati setiap hal yang mereka kerjakan. Kalangan elit disibukkan dengan bisnis dan politiknya, kalangan bawah disibukkan dengan hasil petikan gitar disetiap bus-bus yang melintas menuju tujuan masing-masing. Namun jikalau bertanya tentang tujuan, apakah arti tujuan dilahirkannya seorang manusia kedunia ini?
Umat islam kini sedang berada dalam keterpurukannya. Namun sedikit demi sedikit ia merangkak. Kemudian makin lama akan berjalan dan kemuadian akan berlari, menuju kegemilangan yang dahulu pernah hilang. Kondisi kita sulit untuk digambarkan. Persepsi orang non muslim tentang islam adalah satu. Islam itu teroris. Begitu katanya jika kita membahas filem yang berjudul my name is khan. Film yang dibintangi actor terkenal dari india, yaitu syahkruk khan. Namun begitulah adanya. Ketika ditanyakan kepada orang non muslim pendapatnya tentang islam, mereka memjawab hal demikian.
Islam itu agama yang damai. Penuh cinta dan kasih sayang. Namun sayangnya banyak orang yang belum memahami apa itu islam sebenarnya. Oleh karena banyak orang salah dalam menilai islam. Maka nama islampun kini makin terpuruk. Agama islam yang dikenal damai, agama islam yang dulu orang non islam malah ingin tinggal dikalangan orang muslim, kini merasa jijik dengan orang islam. Dulu orang non muslim merasa aman tinggal didekat orang islam. Karena setiap muslim menghargai perbedaan dan selalu menghormati semua orang. Namun sekarang orang islam malah tidak diinginkan keberadaannya. Banyak lembaga-lembaga yang menolak karyawannya karena alasan jilbab yang menempel pada seorang muslimah. Banyak laki-laki muslim yang berjenggot yang harus di periksa karena dituduh teroris dan dituduh menjadi sindikat bom bunuh diri. Apakah ini hal yang harus dirasa oleh muslim sekarang?
Ketika ditanya apa yang anda ketahui tentang islam? Mereka menjawab: islam itu kotor, teroris, kejam, nabinya bersyahwat, dan lain sebagainya. Walaupun masih banyak orang yang berkata islam itu indah, namun nama kotor yang menempel pada islam ini harus benar-benar dihilangkan. Karena islam memang tidak buruk seperti apa yang dikatakan. Manusia didunia ini masih terlalu cetek menilai islam. Hatta orang islampun sendiri kadang menjauh dari islam. Beragama islam namun tidak tahu apa itu rukun islam dan iman.
Jikalau kita melihat pada sejarah masa lampau. Pada masa rasul, sahabat, sampai pada masa daulah bani abbasiyah. Kita melihat perkembangan begitu pesat. Ketawadhuan dimana-mana. Saling tolong menolong antar sesama manusia. Itulah islam. Pengetahuan dan peradaban juga banyak yang diambil dan dirasa oleh dunia ini. Namun sekarang semua sudah benar-benar berubah. Kita tidak lagi mempunyai orang sekaliber imam Muhammad bin Idris Assyafi’i. tidak lagi mempunyai orang setawadhu imam Ghozali, tidak lagi mempunya orang yang filosofis seperti Alfarobi, Ibnu Tufail, dan Ibnu Rusyd. Inilah kondisi kita saat ini. Kita masih merangkak untuk kembali menjadikan generasi kita sehebat orang-orang tadi.
Sekarang yang terdengar adalah orang-orang keren seperti Bill Gates dengan microsoftnya, Roman Abramovic dengan uang dan chelseanya. Juga rentetan nama yang membuat kita lupa dengan nama-nama orang hebat dikalangan kita. Lupa dengan diri kita bahwa sanya kita bisa menjadi orang hebat pula. Kita seolah menjadi penonton dan penikmat saja dan hanya bisa bermimpi. Padahal sebenarnya kejayaan itu ada dalam tangan kita, jika kita kembali pada islam.
Sobat.. jadi apa arti semua ini? Manakah harapan yang katanya ada? Manakah secercah harapan itu? Jikalau dijawab, maka jawabannya adalah anda. Andalah secercah harapan itu. Andalah semua harapan umat ini. Andalah yang akan menjadi orang yang hebat diantara ratusan bahkan ribuan orang hebat hebat lainnya. Orang islam bangga mempunyai orang yang bernama ”anda” karena setiap anda adalah harta yang tak ternilai untuk kemajuan islam. Anda yang akan merubah persepsi orang tentang islam. Karena anda nama islam akan kembali menjadi indah. Nama islam yang teroris menjadi cinta damai, yang jijik menjadi indah. Cukup sudah gelar dan nama yang diberikan non muslim pada kita. Kita ganti nama kita.
Firman Allah SWT.
“demi masa* sesungguhnya manusia berada dalam kerugian* melainkan yang beriman dan yang beramal saleh, dan yang menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.”
Sekarang kita harus mengetahui apa arti “anda” yang dimaksud. Artinya adalah seorang yang selalu berjuang dijalan Allah, dengan azam yang kuat dan diridhoi aleh Allah dan diniatkan hanya padanya. Karena masih banyak orang didunia ini yangmasih merasa dirinya ini paling wah, tidak merasa apa yang dia dapat asalnya adalah dari Allah. Bangga dengan ilmunya yang tinggi dan sombong. Padahal itu semua karunia dari Allah. Kita masih banyak yang pelit untuk mengajarkannya pada orang lain. Pelit berinfak, pelit mengingatkan dalam kebaikan dan masih takut untuk menegur kesalahan. Yang ada malah kita selalu menegur yang sudah benar. Orang yang berniat baik malah kita olok, orang yang berbuat keburukan malah kita dukung. Kita beramal mungkar dan nahyi ma’ruf.
Maka saranku sobat.. lihatlah kalimat indah diatas. Yaitu jangan siakan waktu kita. Apalagi tak sembarang orang yang bias ke negri kinanah ini. tak sedikit orang yang berniat baik namun mereka tak mendapatkan kesempatan seperti kita. Kita ini kebanggaan islam. Kita ini orang penghabis muqorror. Kita ini orang pelahap kajian. Kita ini orang pemburu organisasi. Kita ini Ghozali yang baru yang akan lahir. Kita akan menjadi secercah harapan yang akan menyinari agama islam ini.
Dan sekarang. Wahai anda-anda sekalian. Wahai anda-anda yang akan membawa panji islam. Jadikanlah hidup ini lebih bermakna. Disetiap waktu kita, angkatlah panji islam. Disetiap chatting kita dakwahilah lawan kita. Sebarkan kebenaran itu. Disetiap tendangan kita dalam kompetisi sepak bola hilangkanlah nama-nama hewan yang kekuar dari lisan kita. Gantilah dengan zikir-zikir penghapus duka dan penentram hati. Disetiap masak kita niatkan karena Allah dan sambil baca matsurat. Hehehe. Yang terpenting. Ikhlaskan niat kita dan jangan pelit kepada orang lain tentang kebaikan.
Kini secercah harapan islam akan terus tumbuh. Nama islam akan harum kembali. Karena para ulama yang dulu akan tergantikan. Bahkan lebih unggul.
Al qur'an dan Umat Islam
Oleh:
PROLOG
Di zaman yang modern ini, di zaman yang mana ilmu pengetahuan berkembang pesat, kita lihat banyak sekali orang yang bersaing dalam mengkaji ilmu. Entah itu ilmu alam, sosial, teknologi, sampai pada internet yang kita selalu pakai untuk berdakwah, walaupun ujungnya dan akhirannya sampai pada dakwah bil hub.
Umat manusia kini berkembang. Kita bisa melihatnya. Pengahasilan milyaran dolar pada facebook, situs-situs, dan teknologi lainya. Orang-orang yang merasa dirinya hebatpun tidak ingin ketinggalan, dan ikut turut andil. Kecuali bagi orang-orang yang tidak mengerti dan tidak faham. Kecuali juga bagi orang yang hanya ingin menjadi penonton bukan pemain.
Kita perhatikan dan cermati. Mayoritas dari orang-orang yang sukses itu. Apakah mereka orang islam? Padahal orang islam itu mempunyai al-Quran, yang mana dengan mengamalkannya orang islam akan jauh diatas dari mereka, jauh dari orang-orang yang sukses sekarang.
Kita lihat saja zaman dulu, ketika zaman para sahabat dan tabiin. Islam menjadi agama yang diakui kehebatannya oleh agama lain. Diakui keilmuannya, diakui akhlaknya dan diakui segalanya. Dan itu semua dikarenakan umat islam selalu membaca dan mengamalkan setiap ayat yang terkandung dalam al-Qur’an.
Namun sayang umat islam sekarang mulai pudar dalam pengamalan al-Quran. Mereka sekarang lebih disibukkan dengan teknologi dan gemerlap dunia semata. Ibarat racun yang terus menyebar, umat islam terus digerogoti dan dilupakan dengan pembimbing hidupnya di dunia ini. Maka apalah artinya umat islam tanpa alquran. Berjalan di jalan dan tempat yang gelap gulita tanpa lentera serta cahaya yang menerangi.
PEMBAHASAN
MAKNA AL-QURAN
Secara bahasa al-Quran adalah qara’a atau tilawah yang berarti membaca atau bacaan . Dan menurut istilah atau secara terminologi al-Quran adalah kalam Allah atau firman Allah yang turun pada nabi Muhammad saw, diturunkan secara mutawatir, yang beribadah jika membacanya, tertulis pada mushaf-mushaf, dibuka dengan surah Alfatihah, dan ditutup dengan surah Annas.
Kita sama ketahui, al-Quran adalah kalam Allah yang turun pada nabi Muhammad saw. Ia bukan bikinan, dan bukan makhluk seperti yang dikatakan ulama dari kalangan mu’tazilah. ataupun orang-orang kafir yang mengatakan bahwa al-Quran adalah buatan nabi Muhammad semata. Padahal kita ketahui pula bahwa nabi Muhammad adalah seorang yang ummi. Seorang yang tidak bias mmbaca dan menulis.
Oleh sebab itu banyak diantara kaum kafir yang mencoba membuat sesuatu yang menyerupai al-Quran. Namun ternyata mereka tidak bisa, dan malah kekonyolan yang ada ketika membaca hasil buatan mereka itu. Karena sungguh benar al-Quran itu adalah kalam Allah. Hal ini tercatat dalam al-Quran sendiri, dan Allah menantang mereka, yaitu orang yang berkata bahwa al-Quran adalah bikinan nabi Muhammad untuk menulis yang semisal al-Quran. Jika mereka tidak sanggup maka mereka disuruh untuk menulis satu surah saja. Dan pada akhirnya mereka pun tidak bisa menandingi al-Quran.
Al-Quran merupakan kitab suci umat islam. Dan ia wajib diyakini kebenarannya. Ia mempunyai beberapa nama dan keistimewaan . Diantaranya adalah:
• Alkitab : karena ia tertulis (ad dukhan:1)
• At tanzil : karena diturunkan oleh Allah swt (fusilat:42)
• Ad dzikr : karena al-Quran adalah peringatan (al hajr:9)
• Al furqan : karena al-Quran adalah pembeda (al furqan:1)
Sedangkan keistimewaan al-Quran diantaranya,walaupun banyak keistimewaan yang lain. Pertama adalah al-Quran sebagai nur atau cahaya, kemudian al-Quran sebagai hidayah, karena didalamal-Quran terdapat bukti yang jelas tentang hak dan yang bathil. Selain itu keistimewaan al-Quran adalah sesuatu yang mulia, karena al-Quran terjaga dari perubahan dan penggantian atau penambahan dan pengurangan. Dan yang terakhir yang sama kita ketahui, al-Quran adalah syifa. Obat dari kebodohan jika kita mengamalkan apa yang didalamnya.
TURUNNYA AL-QURAN
Nabi Muhammad saw adalah objek diturunkannya al-Quran. Karena al-Quran sendiri merupakan mukjizat yang diberikan Allah pada beliau. Al-quran turun melalui pelantara malaikat jibril alaihi salam. Adapun proses penurunannya terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama turun ke lauh mahfuz dengan jalan dan waktu yang tidak diketahui. Dan yang mengetahui hanya Allah semata. Dan jumlah yang turun adalah sejumlah sekaligus.
Tahap kedua adalah dari lauh mahfuz ke sama’ addun ya dengan satu jumlah sekaligus. Dan ini diturunkan pada malam lailatul qodar. Lalu berikutnya tahapan ketiga. Al-Quran ditunkan dari sama’ dun ya ke bumi pada hati nabi Muhammad saw, berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun , dan melalui pelantara malaikat jibril.
Adapun hal jibril dalam menyampaikan wahyu pada nabi Muhammad saw bermacam-macam caranya. Terkadang lewat mimpi, seperti gemerincing lonceng, menyamar sebagai manusia, dan pernah jibril suatu ketika menyampaikan wahyu dengan wujud aslinya.
UMAT ISLAM
Umat islam dalah umat yang selamat. Umat yang mengikuti ajaran dan risalah nabi Muhammad saw, dengan yang pertama kali dilkukan adalah mengucapkan dua kalimat syahadat. Dan diikuti dengan rukun islam lainnya yang lima.
Umat islam dari masa kemasa terus berkembang dan diakui oleh seluruh dunia. Karena umat islam mempunyai pedoman hidup yang sangat berharga dan tidak boleh dipisahkan. Yaitu al-quran. Al-Quran adalah spirit kebangkitan umat islam.
MASYARAKAT ARAB KETIKA AL-QUR’AN TURUN DAN MASA SAHABAT
Sebenarnya ada kesamaan antara zaman sekarang dengan masyarakat arab. Yaitu masalah orang kafir yang mengingkari kebenaran al-quran dan menyatakan bahwa al-Quran itu hanyalah bikinan nabi muhammab saw. Namun zaman sekarang terlepas dari kaum kafir arab saja. Zaman sekarang, orang kafir seluruh dunia menyatakan hal yang serupa.
Ketika al-Quran diturunkan, orang arab ketika itu banyak yang masuk pada agama islam. Dikarenakan gaya bahasa alquran yang begitu menakjubjan.termasuk salah satunya khalifah mar bin khattab yang masuk islam setelah mendengar adik perempuan beliau membaca surah toha. Dan tentunya pula atas hidayah dari Allah.
Setelah waktu ke waktu, alquran pun mengisi relung hati demi hati penduduk arab. Khususnya penduduk kota madinah. Sedidit demi sedikit menjadi bukit banyak yang masuk islam. Alquran pun menjadi panutan dan sumber pedoman masyarakat muslim ketika itu.
Apalagi pada masa sahabat dan masa tabiin. kita tahu pada zaman khulafaurosidin adalah zaman keemasan bagi umat islam. Karena pada zaman tersebut alquran banyak yang mengamalkan. Termasuk para pemimpinnya sendiri.
UMAT ISLAM MASA SEKARANG
Sekarang kita rasakan umat islam penuh keterpurukan. Hanya sedikit yang mau mengamalkan amalan yang ada pada alquran. Kita telah diperangi oleh peradaban barat yang sebenarnya menyontek dan menyalin peradaban islam. Dan sekarang kita bangga dengan mengikuti peradaban mereka yan g akan membawa pada kesengsaraan kita.
Kesengsaraan dalam akhlak kita didunia, dan kesengsaraan kita di akhirat kelak.
Sebenarnya mereka, tidak akan bisa mengalahkan kita dengan senjata apapun yang yang kita miliki. Tapi ternyata mereka mengetahui kelemahan kita. Mereka menjauhkan kita dengan alquran. Dan sekarang kita malah terprofokasi oleh mereka dan menentang apa yang ada pada al-quran sendiri.
Al-quran sepatutnya mendapatkan layanan dari pembaca dan penganutnya. Layanan ini bukan hanya dengan meletakkan, mengambil, dan membacanya saja. Malah lebih utama yaitu penghayatan, suruhan dan menjauhi larangannya.
Suasana inilah yang melonjakkan umat dulu ke paras tertinggi indeks kecemerlangan. Kecemerlangan yang digapai bukannya dalam satu bidang tertentu saja, malah dalam segala bidang. Malangnya generasi ini telah lama meninggalkan kita.
Walaupun mereka tiada bersama kita lagi, tapi sejarah mereka tetap utuh tersimpan masih segar kalau mahu ditelaah dan dipelajari.
Mereka membaca al-Quran bukan hanya untuk panduan hukum agama sahaja, malah menjadikannya sebagai buku panduan 'the way of life' bukan hanya untuk kesempurnaan fardu ain, tapi juga fardu kifayah.
Cuba lihat apabila mereka membaca ayat al-Quran mengenai aurat, mereka bukan berlomba-lomba membeli kain di pasar untuk menutup aurat tapi mereka berfikir lebih jauh daripada itu. Mereka berfikir bagaimana hendak mencipta pakaian, bagaimana membuat pabrik pakaian, malah merancang untuk menguasai pasaran pakaian dan fashion.
Begitu juga apabila mereka membaca ayat mengenai kebersihan, mereka bukan saja membersihkan najis, tapi juga mencari ide bagaimana menciptakan teknologi alat kebersihan, pabrik, malah import-eksport, Di balik kepintaran itu, mereka adalah generasi punya akhlak yang tinggi.
EPILOG
Begitulah al-Quran memberi inspirasi berfikir dan berzikir. Seyogyanya kita bisa mendekati al-Quran untuk mempertajamkan akal dan memperkuatkan peribadi. Caranya:
• banyak membaca al-Quran
• banyak mendengar al-Quran
• memahami al-Quran
• menjadikan al-Quran sebagai obat mujarab untuk menyelesaikan masalah sosial
• menjadikan al-Quran sebagai sumber hukum.
Masalah bermula apabila kita melupakan al-Quran, tidak membacanya. Kalau dulu, waktu Maghrib kedengaran suara orang membaca al-Quran sayup-sayup dari rumah ke rumah, tapi kini yang kedengaran hanya suara tv dan radio.
Kalau baca pun banyak salah, tidak coba memahaminya, tidak menjadikannya sebagai panduan untuk merawat penyakit masyarakat dan kemanusiaan. Kalau adapun, dijadikan untuk masalah perkawinan.
ketika Rum dan Parsi jatuh ke tangan orang Islam, pemimpin Rum berbicara mengungkapkan kekaguman mengenai tentera Muslim.
komentar mereka, orang Islam itu suka salat pada malam hari dan berpuasa di siang hari, mereka menepati janji, menyeru orang melakukan kebaikan, melarang daripada kejahatan dan membagikan harta rampasan perang sama banyak antara mereka.
Umat Islam berada pada zaman kecemerlangan karena ditempa dan dibentuk oleh al-Quran. Melihat kepada kondisi sekarang, kita dan al-quran serasa ditempat yang berbeda.
Kita lihat cina. Mereka non muslim namun bisa menjadi sukses. Kita tahu kenapa mereka seperti itu? Itu karena mereka selalu memanfaatkan menit demi menit dalam hidup mereka . Oleh karena itu. Mari kita, umat islam kembali lagi pada al-Quran. Dan kembalikan kejayaan islam dengan al-Quran.
