© Prolog
Agama Islam adalah suatu sistem serta jalan hidup yang utuh dan terpadu. Ia memberikan panduan yang dinamis dan lugas terhadap semua aspek kehidupan, termasuk sektor bisnis dan transaksi keuangan. Maka sangat disayangkan, dewasa ini masih banyak kalangan yang melihat bahwa Islam tidak berurusan dengan bank dan pasar keuangan, karena yang pertama adalah dunia putih, sedangkan yang kedua adalah dunia hitam, penuh tipu daya dan kelicikan. Penganut paham liberalisme dan pragmatisme sempit ini menilai bahwa kegiatan ekonomi dan keuangan akan semakin meningkat dan berkembang apabila dibebaskan dari nilai-nilai normatif dan rambu-rambu Ilahi.
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia dan Asia khusunya serta resesi dan ketidak seimbangan ekonomi global pada umumnya, adalah suatu bukti bahwa asumsi di atas salah total, bahkan ada sesuatu yang “tidak beres” dalam sistem yang kita anut selama ini.
Tidak adanya nilai-nilai Ilahiyah yang melandasi operasional perbankan dan lembaga keuangan lainnya telah menjadikan lembaga “penyuntik darah” pembangunan ini sebagai “sarang-sarang perampok berdasi” yang meluluh lantakkan sendi-sendi ekonomi bangsa.
Melalui makalah yang sederhana ini, penulis mencoba untuk menggali sedikit tentang kontroversi hukum bunga bank, apakah mua’malah tersebut termasuk halal ataukah haram? Mudah-mudahan makalah yang sederhana ini bisa bermanfaat bagi teman-teman.
© Pembahasan
Pembahasan tentang hukum bunga bank sangatlah luas, sehingga hal ini memicu kontroversi penetapan hukum bunga bank dikalangan Ulama. Sebelum kita membahas lebih dalam tentang hukum bunga bank alangkah baiknya kita membahas lebih terdahulu konsep Islam tentang riba, karena antara riba dan bunga bank bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Seluruh ulama baik salaf maupun khalaf sepakat bahwa riba hukumnya haram, hal pengharaman riba ini tercantum di dalam Al-Qur’an dengan nash yang sharih. Akan tetapi permasalahan yang masih menjadi perdebatkan dikalangan ulama adalah mua’malat bunga bank apakah termasuk al-riba al-muharram atau tidak?
BAB I
RIBA DALAM PERSPEKTIF ISLAM
A. Definisi Riba
Pengertian riba secara terminologi bahasa bermakna ziyadah (tambahan), atau sesuatu yang bertambah . Menurut pengertian lain secara linguistik, riba juga berarti tumbuh dan membesar . Sedangkan pengertian riba secara istilah, ada beberapa pendapat, diantaranya:
Pertama: “segala sesuatu yang bertambah dari harta pokok atau modal adalah riba, baik sedikit ataupun banyak tambahan itu” .
Kedua : “riba adalah setiap yang bertambah atas syarat dari harta pokok atau modal, yang diambil tanpa adanya bisnis ataupun usaha ” .
Ketig : “ Riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil ”.
Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba, namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam secara batil atau bertentangan dengan prinsip muamalah dalam islam.
B. Jenis-Jenis Riba
secara garis besar, riba di kelompokkan menjadi dua. Masing-masing adalah riba utang-piutang dan riba jual beli, adapun perinciannya sebagai berikut:
1. Riba Utang Piutang:
a. Riba Qardh
Suatu manfaat atau tingkat kelebihannya tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang.
b. Riba Jahiliyyah
Utang dibayar lebih dari pokoknya karena si peminjamtidak mampu membayar utangnya pada waktu yang ditetapkan.
2. Riba Jual Beli:
a. Riba Fadhl
pertukaran antar barang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi.
b.Riba Nasi’ah
penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba dalam nasi’ah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara yang diserahkan saat ini dan yang diserahkan kemudian.
Para ahli islam telah membahas masalah riba dan jenis barang ribawi dengan panjang lebar dalam kitab-kitab mereka. Adapun kesimpulan umum dari pendapat mereka yang intinya bahwa barang ribawi meliputi:
1. Emas dan perak, baik itu dalam bentuk uang maupun dalam bentuk lainnya.
2. Bahan makanan pokok, seperti beras, gandum, dan jagung, serta bahan makanan tambahan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
C. Larangan Riba Dalam Al-Qur’an Dan As-Sunnah
1. Larangan Riba dalam Al-Qur’an
Larangan riba yang terdapat didalam Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus, melainkan diturunkan melalui empat tahap, :
Tahap pertama: ”Dan, sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.Dan, apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka( yang berbuat demikian) itulah orang2 yang melipat gandakan (pahalanya)”. (ar-Ruum:39.
Tahap kedua: “ maka, disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan rib, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang bathil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih”. (an-Nisa: 160-161).
Tahap ketiga: “ Hai orang-orang yang beriman , janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”. (Ali Imran: 130).
Tahap keempat: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka, jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan, jika kamu bertobat (dari pengambilan riba) maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya”. (al-Baqarah: 278-279).
2. Larangan Riba dalam Hadits
Pelarangan riba dalam Islam tidak hanya merujuk pada Al-Qur’an, melainkan juga As-Sunnah yang posisi umumnya berfungsi sebagai penjelas Al-Qur’an. Rosulullah Saw. di dalam Sunnahnya banyak sekali menjelaskan bahwa riba hukumnya adalah haram, dan itu termasuk salah satu dari beberapa macam dosa besar, dan juga salah satu kejahatan yang berdampak pada kerusakan yang sangat besar.
Bab II
HUKUM BUNGA BANK
Membungakan uang, adalah kegiatan usaha yang kurang mengandung resiko karena perolehan kembaliannya berupa bunga yang relatif pasti dan tetap .
Penetapan hukum bunga bank masih menjadi dilema, antara halal atau haram. Mayoritas ulama telah menetapkan bahwa hukum bunga bank adalah haram, namun hanya minoritas dari kalangan ulama yang menghalalkannya. Dr. Yusuf Qardhawi di dalam bukunya Fawaidu al-Bunuk Hiya ar-Riba al-Haram, sangat menyayangkan sekali akan perdebatan penetapan hukum bunga bank -yang sebenarnya sudah sangat jelas akan keharamannya-, tak kunjung usai hingga saat ini. Beliaupun menghimbau kepada umat Islam untuk lebih banyak mencurahkan perhatiannya dalam membangun kembali perekonomian Islam, dengan tahapan-tahapan, adapun tahap awal yaitu menghalalkan apa yang telah Allah halalkan, dan mengharamkan apa yang telah Allah haramkan, dengan menjalankan apa yang telah Allah tentukan di dalam mua’malat iqtishadi, hingga pada akhirnya kita sampai pada tahapan terakhir yaitu mencari solusi pas yang sesuai dengan syari’ah, contohnya adalah: perbankan syari’ah .
Pada bab ini kita akan mencoba untuk mengkaji tentang polemik yang terjadi di dalam penetapan hukum halal-haramnya bunga bank, dengan dalil-dalil yang mereka gunakan untuk melegalkan argumen mereka.
1. Bunga Bank Haram
Mayoritas ulama di seluruh belahan dunia sepakat, bahwa hukum bunga bank adalah ar-riba a-lharam. Berikut ini adalah fatwa-fatwa tentang haramnya bunga bank dari berbagai organisasi Nasional maupun Internasional :
a. Ormas Indonesia
• Majlis Tarjih Muhammadiyah
Majlis tarjih Muhammadiyah telah mengambil keputusan mengenai hukum ekonomi/keuangan di luar zakat, meliputi perbankan (1968 dan 1972), keuangan secara umum (1976), dan koperasi simpan pinjam.
Majlis Tarjih Muhammadiyah Sidoarjo (1968), memutuskan:
a. Riba hukumnya haram dengan nash sharih Al-Qur’an dan As-Sunnah.
b. Bank dengan sistem riba hukumnya haram dan bank tanpa riba hukumnya halal.
c. Bunga yang diberikan oleh bank-bank milk negara kepada para nasabahnya atau sebaliknya yang selama ini berlaku, termasuk perkara musytabihat.
d. Menyarankan kepada PP Muhammadiyah untuk mengusahakan terwujudnya konsepsi sistem perekonomian, khusunya lembaga perbankan yang sesuai dengan kaidah Islam.
• Lajnah Bahsul Masa’il Nahdatul Ulama
Mengenai bank pembungaan uang, lajnah memutuskan masalah tersebut melalui beberapa sidang. Menurut lajnah, hukum bank dan hukum bunganya sama seperti hukum gadai. Terdapat tiga pendapat ulama sehubungan dengan masalah ini.
a. Haram, sebab termasuk utang yang dipungut rente.
b. Halal, sebab tidak ada syarat pada waktu akad, sedangkan adat yang berlaku tidak dapat begitu saja dijadikan syarat.
c. Syubhat, sebab para ahli hukum berselisih pendapat tentangnya.
b. Organisasi Internaisonal
• Sidang Organisasi Konfrensi Islam (OKI)
Semua peserta sidang OKI kedua yang berlangsung di Karachi, Pakistan Desember 1970, telah menyepakati dua hal utama, yaitu sebagai berikut.
a. Praktik bank dengan sistem bunga adalah tidak sesuai dengan syari’ah Islam.
b. Perlu segera didirikan bank-bank alternatif yang menjalankan operasinya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
• Konsul Kajian Islam Dunia (Majma’ al-Buhuts al-Islamiyah)
Muktamar Islamiyah kedua yang dilaksanakan oleh Konsul Kajian Islam Dunia di Cairo pada bulan Muharram tahun 1385 Hijriyah, bertepatan dengan bulan Mei 1965 Masehi, yang di hadiri oleh 35 Negara Islam memutuskan sedikitnya 5 point penting, 3 diantaranya ialah:
a. Tambahan yang terdapat pada semua hal pinjam-meminjam hukumnya haram, baik pinjaman itu berupa kredit konsumtif atau kredit produktif, berlandaskan nash Al-Qur’an dan As-Sunnah.
b. Sedikit dan banyaknya riba adalah haram, dengan nash Al-Qur’an yang sharih, Allah Swt berfirman yang artinya: “hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda”. (Qs. Ali Imran: 130).
c. Kegiatan meminjam dan dipinjamkan dengan unsur riba adalah haram, kecuali jika dalam keadaan terpaksa.
2. Bunga Bank Halal
Adapun pendapat ulama yang mengatakan bahwa bunga bank itu halal , mempunyai beberapa alasan dalam pengambilan riba, diantara alasan-alasan atau dalil-dalil tersebut adalah:
a. Dalam keadaan darurat, bunga bank halal hukumnya.
Alasan darurat inilah yang digunakan syeikh Syaltut (mantan syaikh AL-Azhar), untuk menghalalkan bunga bank, beliau pernah berkata “bila keadaan darurat, baik darurat individu maupun sosial, maka boleh dipungut bunga tersebut. Namun yang harus kita ketahui, adanya pengakuan yang dikeluarkan oleh direktur kantor beliau, yang mengatakan bahwa syaikh Syaltut mencabut kembali fatwanya secara lisan ketika menjelang akhir hayatnya.
b. Hanya bunga bank yang berlipat ganda saja yang dilarang, sedangkan suku bunga yang wajar dan tidak mendzalimi diperkenankan.
Pada alasan ini Dr. Yusuf Qardhawi angkat bicara dengan mengatakan bahwa pelegalan semacam ini telah dihembuskan lama semenjak awal abad ini dengan berpatokan pada ayat 130 dari Surat Ali-Imran. Allah Swt. berfirman yang artinya; “hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda”. Dr. Yusuf Qardhawi berkata “sebagaimana telah kita ketahui bahwa pensifatan dengan kalimat Adh’afan Mudha’afah ini adalah menerangkan kondisi yang terjadi pada waktu itu, saat itu bangsa Arab benar-benar telah melampaui batas dalam melakukan transaksi yang mengandung riba hingga berlipat ganda. Maka pengecualian pada alasan itu sangat jauh dari kebenaran.
c. Bank sebagai lembaga, tidak masuk dalam kategori mukallaf. Dengan demikian, tidak terkena khitab ayat-ayat dan hadits riba.
Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa, ketika ayat riba diturunkan dan disampaikan Rasulullah, belum ada bank atau lembaga keuangan, yang ada hanyalah individu-individu. Dengan demikian BCA, Danamon atau bank Lippo tidak terkena hukum taklif, karena pada saat nabi hidup hal tersebut belum ada. Pendapat ini jelasmemiliki banyak kelemahan, baik dari sisi historis maupun teknis, diantaranya:
1. Tidak benar bahwa pada zaman pra Rasulullah Saw. tidak ada badan hukum yang mengurus keuangan sama sekali. Sejarah Romawi, Persia dan Yunani menunjukkan banyak lembaga keuangan yang dapat pengesahan dari pihak penguasa.
2. Dalam tradisi hukum, perseroan atau badan hukum sering disebut sebagai juridical personality atau syakhsiyah hukmiyah. Juridical personality ini secara hukum adalah sah dan dapat mewakili individu atau peroranga secara keseluruhan.
3. Dilihat dari sisi mudharat yang ditimbulkan, perusahaan dapat melakukan mudharat yang bahayanya lebih besar dari perorangan.
Epilog
Kurang lebihnya mohon maaf, Wallahu A’lamu Bisshawab, Wabillahi Taufiq Wal Hidayah, Wassalamu A’laikum Warah Matullahi Wa Barakatuh.
فوائد البنوك هى الربا الحرام
Mengenal Eksistensi Tuhan
Bagi kita orang beragama, tidak dapat dipungkiri bahwa hidup di dunia ini membutuhkan Tuhan, karena Tuhanlah -yang memberikan nikmat dan kehidupan- kita memiliki sandaran ketika mendapatkan ujian ataupun musibah. Tuhan dengan sebutan apapun itu, manusia tetap membutuhkan sesuatu di luar dirinya selain manusia lainnya yang dapat menopang semua keluh kesah serta semua harapannya. Sehingga tidak aneh jika pada zaman dahulu manusia kerap kali menciptakan tuhan-tuhan untuk mereka sembah, walaupun ketika tuhan-tuhan yang mereka ciptakan sendiri itu tidak relevan dan tidak efektif lagi, maka dengan sendirinya ajaran agama serta tuhan-tuhan mereka pun berganti seiring berjalannya waktu.
Adapun bagi orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan maka hidup mereka bersandarkan kepada diri sendiri serta kepada hukum kausalitas yang mereka anggap alamiah tanpa melibatkan peran Tuhan di dalamnya. Mereka beranggapan bahwa Tuhan, Nabi serta apa yang dibawanya itu tidak lebih dari sekedar dongeng belaka. Dimana sosok Tuhan dihadirkan dan lahir dari pemikiran manusia itu sendiri, bersifat gaib, suci serta digambarkan berbeda dengan makhluknya, adapun sosok nabi sendiri dipandang sebagai pembohong yang membawa risalah. Seiring berjalannya waktu, kultur alamiah membentuk kita untuk melihat kepada sesuatu yang bersifat fisik dan materi yang bisa diraba ataupun dilihat oleh panca indera manusia, sehingga muncul pernyataan-pernyataan bahwa Tuhan itu haruslah bisa dilihat dan dirasa secara kasat mata.
Kalaupun tuhan itu tidak bisa dilihat ataupun bersifat abstrak, maka tuhan itu tidak ada dan hanya karangan manusia belaka. Akan tetapi bisakah akal manusia membuktikan eksistensi Tuhan?
Disadari ataupun tidak, sedari zaman dahulu manusia selalu mencari eksistensi Sang Maha Pencipta dengan akalnya. Bahkan contoh kecil akal selalu berpikir mengenai eksistensi adalah ketika kita kecil terkadang sering bertanya-tanya kepada diri sendiri mengapa kita terlahir sebagai tubuh dan perasaan kita yang ini, keluarga yang begini, di lingkungan ini, serta dengan kondisi yang seperti ini? Lalu mengapa tidak terlahir sebagai orang lain ataupun menempati posisi teman kita sehingga kita pun bisa melihat diri kita dan orang lain melalui kacamata teman kita, bukankah itu akan terlihat lebih bagus? Ya akan terlihat bagus, karena kita sendiri yang mempunyai kehendak untuk berandai-andai dan mengatur segalanya agar berjalan seperti apa yang kita pikirkan. Dan tentunya orang lainpun akan berpikir dan berandai-andai seperti kita, sehingga setiap kita mempunyai kehendak mengatur hidup di alam ini. Ataukah hal seperti contoh tadi adalah suatu kebetulan biasa sehingga setiap kita menempati posisi masing-masing secara kebetulan tanpa ada yang mengatur? Hal lebih luasnya manusia berpikir tentang alam semesta ini, keteraturan serta hukum kausalitas yang ada di alam semesta ini, dimana ada sebab pasti ada akibat begitu juga sebaliknya, sehingga alam semesta ini terjadi pasti ada sebabnya. Dan manusia berpikir apakah penyebab terjadinya alam semesta ini, apakah terjadi secara kebetulan tanpa sebab ataupun ada sebab akan tetapi sebab yang terjadi secara alamiah, ataukah ada penyebabnya yaitu eksistensi sang Maha Pencipta yang menciptakan alam semesta ini?
Para filosof terdahulu telah menyadari bahwa ada eksistensi yang Maha Agung, walaupun kadang mereka masih meraba-raba. Plato misalnya, ia termasuk salah satu filosof yang berbicara mengenai eksistensi Tuhan, bahwasanya Tuhan adalah Sang Pencipta dan pengatur alam semesta ini sehingga tercipta sedemikian teratur dan rapi sehingga faktor kebetulan begitu kecil peluangnya jika dikatakan alam semesta ini terjadi secara kebetulan tanpa ada yang mengatur dan menciptakannya. Dan Plato sendiri mengemukakan bukti-bukti tentang eksistensi Tuhan diantara yang terpenting adalah bukti tentang kerapian. Plato berpendapat bahwa alam ini merupakan suatu tanda keindahan dan kerapian, selamanya alam ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan melainkan dia adalah ciptaan Zat Yang Berakal, Maha Sempurna, Pemilik Kebaikan, dan Pengatur segala sesuatu berdasarkan maksud dan hikmah tertentu. Akan tetapi Plato terbentur dengan akalnya sendiri ketika hendak menggambarkan bagaimana Tuhan membuat alam semesta ini dari sesuatu yang tidak ada, ataupun tercipta dari ketiadaannya atau disebut juga dengan creatio ex nihilo, oleh karena itu dia berpendapat bahwa semua makhluk itu tersusun dari materi dan bentuk sehingga dari bentuk itulah yang membuat materi menjadi benda-benda tertentu.
Pada akhirnya kerumitan alam semesta ini akan menggiring akal manusia serta menunjukkan bahwa ada kekuatan di luar diri manusia yang Maha Mengatur segalanya dengan sempurna. Karena alam semesta ini terlalu rumit dan sempurna jika dikatakan terjadi secara kebetulan. Ketika kita mendengar kata “kebetulan” gambaran kita adalah sesuatu yang terjadi secara tidak sengaja dan jarang terjadi. Apakah bisa dikatakan kebetulan ketika ada kumpulan huruf di suatu kotak, dan kotak tersebut terjatuh dikarenakan gempa, maka setelah terjadi gempa kumpulan huruf itu akan membentuk suatu kata atau membentuk kalimat atau bahkan menjadi sebuah paragraf, apakah mungkin terjadi yang seperti itu? Kalaupun menjadi suatu kata yang terbentuk, mungkin logika kita akan membenarkan bahwa terbentuknya kata dari sekumpulan huruf yang disebabkan gempa tersebut adalah suatu kebetulan. Ketika dikatakan kumpulan huruf itu membentuk kalimat dikarenakan oleh gempa maka logika kita akan berkata itu mungkin saja terjadi akan tetapi sulit dibayangkan. Dan jika dikatakan kumpulan huruf itu membentuk kata dan dari kata menjadi kalimat dan bahkan menjadi suatu paragraf, apakah sesuatu kumpulan kata itu mungkin membentuk paragraf yang dapat dibaca layaknya tulisan yang dibuat oleh seorang penulis? Sampai tahap ini baiklah kita katakan bahwa terbentuknya huruf menjadi kata, kalimat atau paragraf itu sebagai suatu proses yang mungkin terjadi secara kebetulan walaupun sulit sekali untuk dibayangkan bahwa kumpulan kata itu dapat terbentuk menjadi sebuah kata, kalimat bahkan menjadi sebuah paragraf yang rapi dan bisa dibaca.
Mungkin ada yang berkata contoh kumpulan huruf yang dicontohkan oleh penulis terlalu mengada-ada ataupun kecil kemungkinannya, walaupun kita hidup di alam yang penuh dengan kemungkinan. Dengan sendirinya logika kita akan berkata terlalu rumit jika kumpulan huruf itu terbentuk menjadi sebuah paragraf tanpa ada yang menyusun dan terjadi secara kebetulan. Lalu bagaimana dengan alam semesta ini yang tercipta begitu kompleks, tersusun rapi dan berjalan secara beraturan, bukankah keteraturan alam semesta ini suatu contoh yang amat sangat rumit jika dibandingkan dengan kumpulan huruf di kotak tadi? Lalu bagaimana bisa alam semesta yang sedemikian teratur ini terjadi secara kebetulan dengan sendirinya? Tentunya kita tidak percaya jika dikatakan kendaraan, pakaian dan rumah yang kita tempati terbentuk ataupun tercipta secara tiba-tiba dan kebetulan tanpa ada yang membuatnya. Kalaupun hukum kausalitas menjadi suatu standar yang dipahami dan dipakai oleh manusia, maka bukankah ketika kita menelusuri sesuatu apapun itu pada ujungnya nanti akan bertemu pada satu muara, yaitu sebab pertama yang menyebabkan semua yang ada di alam semesta ini tercipta?
Tidak semua yang tidak bisa dilihat, tidak bisa dipikirkan oleh akal dan diraba dengan panca indera kita itu tidak ada, karena panca indera kita adalah sesuatu yang terbatas, bahkan untuk melihat sesuatu yang jauh pun kita tidak bisa dan membutuhkan alat bantu. Ketika ilmu pengetahuan manusia sampai kepada taraf tertinggi menurut pandangan manusia, maka akan ada dua kemungkinan yang akan mengarahkannya. Yang pertama, manusia akan merasa bahwasanya ada eksistensi Tuhan yang Maha Tahu yang menyebabkan segalanya dan menganggap alam semesta ini tidak terjadi secara kebetulan. Dan yang kedua, manusia yang menganggap bahwa segala sesuatu terjadi di alam semesta ini secara alamiah yang disebabkan oleh sebab akibat seperti berjalannya rantai makanan pada ekosistem. Wallahu a’lam bish shawab.
Pembaharu Itu Bernama “Sang Pemuda”
Sepanjang sejarah dan sampai pada hari ini, semangat muda telah memberi pengaruh yang besar terhadap perubahan-perubahan dimuka bumi ini. Tak dinafikan memang, tentang spirit dan daya juang mereka. Mereka adalah masa depan bagi negara. Dan merupakan pengganti dari pendahulu mereka yang benar sudah layak untuk istirahat
Antusiasme, intektualitasme, dan kemampuan mereka sangat diperlukan oleh dunia. Mereka memang layak disebut sebagai kekuatan dunia. Tak heran presiden pertama indonesia berkata: “beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan ku genggam dunia”
Semua itu dikarenakan pemuda mempunyai spirit lain, mempunyai kekuatan lebih, dan banyak hal yang istimewa tentangnya. Banyak peristiwa serta hal yang berharga menjadi ada, atas hasil jerih payah dari makhluk yang bernama pemuda ini. Kemerdekaan negara indonesia, reformasi serta penggulingan presiden yang katanya diktator di negara kita indonesia, semua merupakan hasil dari para pemuda. Semua merupakan hasil dari para manusia yang mempunyai spirit serta intelektualitas yang matang.
Jikalau kita melihat pada pedoman kita, yaitu Alquran. Atau menengok pada zaman nabi saw, kita akan dapati banyak kisah atau perjalan pemuda. Di Alquran sendiri banyak menyebutkan tentang sosok-sosok pemuda. Sosok pemuda yang membangkang, sosok pemuda yang sabar, dan juga sosok para pemuda yang kuat tekadnya. Sebagai contoh, seorang pemuda yang membangkang yaitu putra Nuh as. Seorang anak yang diajak oleh ayahnya seorang rasul yang diuutus untuk menyebarkan kebenaran. Seorang yang diutus untuk menyebarkan tauhid, agar semua orang percaya pada Allah dan beriman padanya, ternyata putranya malah tidak mempercayai ayahnya sendiri. Ini karena watak seorang pemuda yang keras kepala. Walaupun demikian, pemuda yang bernama kan’an berwatak jelek dan mempunyai sifat yang buruk, ada satu point yang bisa diambil. Yaitu bahwasanya seorang pemuda mempunyai watak yang cukup keras dan sifat membangkang. Tinggal bagaimana nantinya sifat pembangkang ini dipakai untuk membangkang kedzaliman dan berbuah pada kebaikan contohnya, pada kemerdekaan RI. Sifat pembangkang ini perlu ada untuk membangkang belanda dan jepang yang kala itu menjajah negara kita republik Indonesia.
Kemudian alquran menyebutkan kembali seorang pemuda, yang bernama Ismail. Seorang nabi yang merupakan putra dari nabi Ibrahim as. Nabi Ismail adalah kakek moyang dari nabi Muhammad saw. Ia merupakan seorang nabi yang mempunyai ketaatan pada Allah, dan taat pada orang tuanya. Sudah tak asing lagi bagi kita tentang kisahnya yang termaktub dalam quran, dan yang biasa di ceritakan ketika iedul adha, atau iedul qurban. Kisah seorang nabi yang taat pada ayahnya, padahal ayahnya diperintahkan untuk menyembelihnya. Namun karena seorang pemuda yang bernama Ismail itu mempunya keimanan pada Allah dan percaya tentang apa yang yang diwahyukan pada ayahnya, maka ia menerimanya dan patuh. Itulah dia sifat seorang pemuda yang sebenarnya dan seharusnya.
Masih banyak kisah pemuda lainnya dalam alquran. Diantara mereka ada yang membangkang ataupun memberi contoh yang baik pada generasi sekarang dan yang akan datang. Namun yang jelas harus kita ketahui, alquran menyebutkan pemuda-pemuda bukan berarti tanpa makna. Tapi malah bermakna sangat dalam. Didalamnya kita bisa mengambil hikmah tentang karakteristik-karakteristik pemuda. Karakter yang sungguh benar-benar dunia ini bisa di ubah oleh makhluk Allah yang bernama pemuda. Tapi yang jelasnya, alquran sudah memberi contoh pada banyak pemuda. Dan dunia ini bisa digenggam oleh pemuda, asal pemuda tersebut sesuai dengan yang diperintahkan oleh alquran. Contohnya meniru keimanan yang dimiliki oleh nabi Ismail, dan meniru ketaatannya pula pada Allah dan ayahnya.
Diantara kisah-kisah para pemuda lainnya didalam alquran adalah kisah nabi Yusuf, yang mana merupakan kisah yang paling bagus dan banyak ibrah yang bisa kita petik didalamnya. Kisah seorang pemuda yang meminta perlindungan pada Allah ketika ia berada dalam godaan seorang perempuan yang bernama Zulaikha. Kemudian kisah para ashabul kahfi, yang mana mereka menolak tentang pemahaman yang salah. Dan mereka meyakini adanya Allah. Mereka berfikir tentang adanya pencipta yang sesungguhnya yaitu Allah swt. Maka seharusnya seperti itulah pemuda. Inilah yang disebut pemuda sebagai pembaharu. Karena memang selain menjadi pembaharu, pemuda itu bisa pula menjadi sampah dan bahan ejekan. Hanya menjadi kotoran dan keresahan.
Setelah disebutkan didalam alquran, pada zaman nabi saw juga, para pemuda tak lepas peran pentingnya. Diantara mereka ada yang memimpin pasukan untuk berperang, padahal usianya baru mencapai tujuh belas tahun. Diantara mereka juga banyak yang ilmunya dimanfaatkan. Kalau bukan karena mereka, islam tidak akan sejaya ini. Diantara sahabat nabi yang pemuda kala itu adalah: Anas bin Malik, Zaid bin Haritsah, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Amr bin Ash, Thalhah bin Ubaidillah, Muadz bin Jabal. Mereka adalah para pemuda yang ada pada kehidupan nabi. Mereka adalah pemuda yang mempunyai intelektualitas yang tinggi. Spiritualitas yang besar. Yang taat pada Allah dan rasulnya. Mengikuti ajaran nabi, dan bersama-sama berjuang dengan nabi.
Sekarang tinggal bagaimana menjadikan pemuda itu sebagai pembaharu yang sesungguhnya. Karena sekarang ini banyak sekali pemuda yang justru menjadi penghalang akan kemajuan sebuah bangsa. Yang pertama kali, kita merujuk pada alquran. Disanalah semua kita diatur dan dijadikan sebagai insan yang sesungguhnya. Juga kemudian yang penting adalah peran orang tua. Terutama tentang doktrin yang diterapkan pada cikal bakal pemuda tersebut. Bagaimana orangtua tersebut mendidik anaknya, mengajarinya tentang hal-hal ketika seorang manusia itu masih kecil dan tak tahu apa-apa. Yang harus diperhatikan, ketika sang pemuda itu lahir dan siap terjun. Orang tua selalu berperan. Bagaimana agar sang pemuda tersebut tidak merasa sendiri, dan ia selau mendapat support dari orang tuanya. Karena sesungguhnya jikalau tidak demikian, pemuda itu hanya akan menjadi orang yang membarui diskotik-diskotik, membarui merek minuman keras yang makin bertambah merek karena banyak permintaannya. Atau malah membarui janin yang akan lahir, karena banyak yang hamil diluar nikah.
Manakah pembaharu itu? Kapan dia akan muncul? Benihnya sudah ada namun belum ada yang menjadi pohon yang sesungguhnya. Tinggal menunggu zaman berganti. Suatu saat pembaharu itu akan muncul. Asal setiap pemuda itu sadar akan dirinya. Akan kewajibannya. Dan yakin pada dirinya, juga yakin pada tekadnya. Yang penting alquran merupakan sesuatu yang tak bisa lepas dan ditinggalkan begitu saja.
Secercah Harapan
Seonggok manusia tersibukkan dengan kegiatannya masing-masing. Entah bernilai ataupun tidak, mereka menikmati setiap hal yang mereka kerjakan. Kalangan elit disibukkan dengan bisnis dan politiknya, kalangan bawah disibukkan dengan hasil petikan gitar disetiap bus-bus yang melintas menuju tujuan masing-masing. Namun jikalau bertanya tentang tujuan, apakah arti tujuan dilahirkannya seorang manusia kedunia ini?
Umat islam kini sedang berada dalam keterpurukannya. Namun sedikit demi sedikit ia merangkak. Kemudian makin lama akan berjalan dan kemuadian akan berlari, menuju kegemilangan yang dahulu pernah hilang. Kondisi kita sulit untuk digambarkan. Persepsi orang non muslim tentang islam adalah satu. Islam itu teroris. Begitu katanya jika kita membahas filem yang berjudul my name is khan. Film yang dibintangi actor terkenal dari india, yaitu syahkruk khan. Namun begitulah adanya. Ketika ditanyakan kepada orang non muslim pendapatnya tentang islam, mereka memjawab hal demikian.
Islam itu agama yang damai. Penuh cinta dan kasih sayang. Namun sayangnya banyak orang yang belum memahami apa itu islam sebenarnya. Oleh karena banyak orang salah dalam menilai islam. Maka nama islampun kini makin terpuruk. Agama islam yang dikenal damai, agama islam yang dulu orang non islam malah ingin tinggal dikalangan orang muslim, kini merasa jijik dengan orang islam. Dulu orang non muslim merasa aman tinggal didekat orang islam. Karena setiap muslim menghargai perbedaan dan selalu menghormati semua orang. Namun sekarang orang islam malah tidak diinginkan keberadaannya. Banyak lembaga-lembaga yang menolak karyawannya karena alasan jilbab yang menempel pada seorang muslimah. Banyak laki-laki muslim yang berjenggot yang harus di periksa karena dituduh teroris dan dituduh menjadi sindikat bom bunuh diri. Apakah ini hal yang harus dirasa oleh muslim sekarang?
Ketika ditanya apa yang anda ketahui tentang islam? Mereka menjawab: islam itu kotor, teroris, kejam, nabinya bersyahwat, dan lain sebagainya. Walaupun masih banyak orang yang berkata islam itu indah, namun nama kotor yang menempel pada islam ini harus benar-benar dihilangkan. Karena islam memang tidak buruk seperti apa yang dikatakan. Manusia didunia ini masih terlalu cetek menilai islam. Hatta orang islampun sendiri kadang menjauh dari islam. Beragama islam namun tidak tahu apa itu rukun islam dan iman.
Jikalau kita melihat pada sejarah masa lampau. Pada masa rasul, sahabat, sampai pada masa daulah bani abbasiyah. Kita melihat perkembangan begitu pesat. Ketawadhuan dimana-mana. Saling tolong menolong antar sesama manusia. Itulah islam. Pengetahuan dan peradaban juga banyak yang diambil dan dirasa oleh dunia ini. Namun sekarang semua sudah benar-benar berubah. Kita tidak lagi mempunyai orang sekaliber imam Muhammad bin Idris Assyafi’i. tidak lagi mempunyai orang setawadhu imam Ghozali, tidak lagi mempunya orang yang filosofis seperti Alfarobi, Ibnu Tufail, dan Ibnu Rusyd. Inilah kondisi kita saat ini. Kita masih merangkak untuk kembali menjadikan generasi kita sehebat orang-orang tadi.
Sekarang yang terdengar adalah orang-orang keren seperti Bill Gates dengan microsoftnya, Roman Abramovic dengan uang dan chelseanya. Juga rentetan nama yang membuat kita lupa dengan nama-nama orang hebat dikalangan kita. Lupa dengan diri kita bahwa sanya kita bisa menjadi orang hebat pula. Kita seolah menjadi penonton dan penikmat saja dan hanya bisa bermimpi. Padahal sebenarnya kejayaan itu ada dalam tangan kita, jika kita kembali pada islam.
Sobat.. jadi apa arti semua ini? Manakah harapan yang katanya ada? Manakah secercah harapan itu? Jikalau dijawab, maka jawabannya adalah anda. Andalah secercah harapan itu. Andalah semua harapan umat ini. Andalah yang akan menjadi orang yang hebat diantara ratusan bahkan ribuan orang hebat hebat lainnya. Orang islam bangga mempunyai orang yang bernama ”anda” karena setiap anda adalah harta yang tak ternilai untuk kemajuan islam. Anda yang akan merubah persepsi orang tentang islam. Karena anda nama islam akan kembali menjadi indah. Nama islam yang teroris menjadi cinta damai, yang jijik menjadi indah. Cukup sudah gelar dan nama yang diberikan non muslim pada kita. Kita ganti nama kita.
Firman Allah SWT.
“demi masa* sesungguhnya manusia berada dalam kerugian* melainkan yang beriman dan yang beramal saleh, dan yang menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.”
Sekarang kita harus mengetahui apa arti “anda” yang dimaksud. Artinya adalah seorang yang selalu berjuang dijalan Allah, dengan azam yang kuat dan diridhoi aleh Allah dan diniatkan hanya padanya. Karena masih banyak orang didunia ini yangmasih merasa dirinya ini paling wah, tidak merasa apa yang dia dapat asalnya adalah dari Allah. Bangga dengan ilmunya yang tinggi dan sombong. Padahal itu semua karunia dari Allah. Kita masih banyak yang pelit untuk mengajarkannya pada orang lain. Pelit berinfak, pelit mengingatkan dalam kebaikan dan masih takut untuk menegur kesalahan. Yang ada malah kita selalu menegur yang sudah benar. Orang yang berniat baik malah kita olok, orang yang berbuat keburukan malah kita dukung. Kita beramal mungkar dan nahyi ma’ruf.
Maka saranku sobat.. lihatlah kalimat indah diatas. Yaitu jangan siakan waktu kita. Apalagi tak sembarang orang yang bias ke negri kinanah ini. tak sedikit orang yang berniat baik namun mereka tak mendapatkan kesempatan seperti kita. Kita ini kebanggaan islam. Kita ini orang penghabis muqorror. Kita ini orang pelahap kajian. Kita ini orang pemburu organisasi. Kita ini Ghozali yang baru yang akan lahir. Kita akan menjadi secercah harapan yang akan menyinari agama islam ini.
Dan sekarang. Wahai anda-anda sekalian. Wahai anda-anda yang akan membawa panji islam. Jadikanlah hidup ini lebih bermakna. Disetiap waktu kita, angkatlah panji islam. Disetiap chatting kita dakwahilah lawan kita. Sebarkan kebenaran itu. Disetiap tendangan kita dalam kompetisi sepak bola hilangkanlah nama-nama hewan yang kekuar dari lisan kita. Gantilah dengan zikir-zikir penghapus duka dan penentram hati. Disetiap masak kita niatkan karena Allah dan sambil baca matsurat. Hehehe. Yang terpenting. Ikhlaskan niat kita dan jangan pelit kepada orang lain tentang kebaikan.
Kini secercah harapan islam akan terus tumbuh. Nama islam akan harum kembali. Karena para ulama yang dulu akan tergantikan. Bahkan lebih unggul.
Dunia Rasionalitas
Prolog
Gemerlapnya Barat, tenggelamnya timur, dua peradaban seperti magnet, saling ketertarikan. Maju peradaban Barat, terkadang kita mengelu – elukan apa yang telah Barat lakukan. Tanpa terkecuali, dalam jiwa berfikir yang mereka miliki. Rasionalitas, itu pun jika kita teliti. Tak hanya milik Barat saja, klaim rasionalitas punya mereka. Walau terkadang berkenaan dengan rasio, umumnya mereka lebih menggunakan itu. Jarang yang menggunakan dalil naqli. Berbeda dengan umat Islam yang mengkolaborasikan antara dalil aqli dan naqli. Barat menggunakan rasionalitas tak terbatas, terkadang banyak dari mereka berpindah dari agama Kritsten menjadi Atheis karena sifat rasionalitas yang tak terikat.
Rasionalitas tidak dilarang dalam Islam. Islam memberikan kebebasan terhadap umat Islam dalam mengeluarkan pendapat dan ide apa pun itu. Islam menjadikan kebebasan berfikir sebagai pondasi untuk seluruh manusia dalam bentuk : Teologi, sistem, syariat . Dan tentunya sejalan dengan tataran aplikatif, tak hanya ide, pendapat, usulan, konsep. Tapi implementasi juga jelas. Kebebasan juga banyak varian. Kebebasan politik, kebebasan ideologi, kebebasan agama,. Maksud dari kebebasan politik adalah memberikan suara tiap personal terhadap kemajuan negara. Contoh dengan pemilu . Kebebasan berfikir. Islam memberikan ke tiap manusia untuk mengeluarkan pendapat apa pun yang menurutnya bagus.
Kebebasan agama. Terhadap pondasi dasar dalam Islam, sifat toleransi yang cantik dalam agama Islam . Islam juga mengajarkan untuk adanya diskusi dan dialog dengan umat selain umat Islam dengan cara yang baik dan santun. Pergerakan dalam dunia kebebasan untuk mengembangan rasionalitas dan revitalisasi. Tujuan dari adanya ide dan konsep adalah kematangan dalam akal untuk meningkatkan dikehidupan manusia. Dan juga memperbaiki akhlak menjadi lebih baik. Pergerakan pemikiran tak akan pernah berhenti .
Islam mengajak untuk kebebasan dalam berfikir, dan mencoba melepaskan keterkungkungan dari perssure dari pemerintah, dan menjauhkan dari kebiasaan dan taklid buta . Diperintahkan untuk selalu melihat dari keagungan ciptaan Allah, dan terus mencoba untuk kita semua berfikir. Bahkan Nabi Muhammad juga terkadang dalam permasalahan – permasalahan yang ada, juga meminta pendapat dari para sahabatnya. Itu salah satu bukti bagaimana Islam memberikan ruang kebebasan berpendapat dan bersuara.
Di sini penulis mengklasifikasikan terhadap beberapa bagian :
- Islam Jalan Modernitas
- Multi Ideologi
- Ijtihad Dalam Islam
- Khilafah Islamiyah
- Syura &Demokrasi
- Partai dan Politik
Islam Memilih Jalan Modernitas
Bukan setiap perubahan itu menunjukan modernitas atau kemajuan` . Modernitas secara etimologi jalan ke depan, keinginan untuk maju. Itulah yang dikatakan dengan modernitas. Bahwasanya lawan kata dari modernitas adalah konservatif, kemunduran. Dan sifat moderat dalam Islam itu mengantarkan kepada modernitas. Tapi yang terpenting harus adanya keseimbangan yang bertendensi dengan keadilan dalam tiap personal umat. Perlu juga bagi kita menyatukan seluruh komponen masyarakat, suku, ras, peradaban dll. Untuk tergapainya modernitas.
Jadi jalan yang ditempuh oleh agama Islam untuk terjadinya modernitas maka harus adanya keseimbagan dan keadilan, itu hal yang penting. Dan wajib untuk faham semua kalangan.
Multi Ideologi
Arti dari ta’addudiyah adalah bervarian dan berbeda, mempunyai kekhususan. Quran juga telah menerangkan dalam ruang lingkup dari ta’addudiyah dalam persatuan. Di sana ada ras, suku, kabilah, syariat. Banyak ayat Al-Quran yang menerangkan tentang masyarakat dan perbedaan itu. Dalam surah Ar- Rum ayat 22. Ada juga Islam menerangkan untuk adanya perkenalan sesama, bisa ditemukan dalam surah Al- Hujurat ayat 13. Itu semua contoh yang menunjukan atas nama ta’adudiyah .
Ijtihad Dalam Islam
Bahwasanya Islam adalah risalah terakhir dalam ajaran agama. Tidak ada wahyu setelah Al- Quran, begitu pun tak ada kenabian setelah itu. Ijtihad fardu kifayah.
Dari motivasi akan terjadinya ijtihad dan kepentingannya adalah :
1- Kekalnya ajaran Islam, karena penutup risalah kenabian
2- Agama yang universal
3- Menghalau bid’ah dari hukum – hukum Islam
4- Tak akan ada habisnya nash – nash Quran dalam mengatasi permasalahan
Syarat yang harus dipenuhi bagi mujtahid :
- Faham Al-Quran
- Sunnah menjiwai
- Ilmu bahasa Arab
- Ushul Fikih
- Fikih
Khilafah Islamiyah
Dalam sistem Islam di sana ada pedoman dan tujuan ketuhanan, yang terrealisasi dari sistem yang berbeda selaras dengan zaman dan tempat. Dan syura adalah langkah awal dan wajib untuk dilaksanakan oleh manusia untuk adanya kemakmuran dan membentuk masyarakat.
Khalifah adalah gelar untuk pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW (570–632). Kata "Khalifah" (خليفة Khalīfah) dapat diterjemahkan sebagai "pengganti" atau "perwakilan". Pada awal keberadaannya, para pemimpin Islam ini menyebut diri mereka sebagai "Khalifat Allah", yang berarti perwakilan Allah (Tuhan), tetapi pada perkembangannya, sebutan ini diganti menjadi "Khalifat rasul Allah", yang berarti "pengganti Nabi Allah", yang kemudian menjadi sebutan standar untuk menggantikan "Khalifat Allah". Meskipun begitu, beberapa akademis memilih untuk menyebut "Khalīfah" sebagai pemimpin umat Islam tersebut.
Khalifah juga sering disebut sebagai Amīr al-Mu'minīn (أمير المؤمنين) atau "pemimpin orang yang beriman", atau "pemimpin umat muslim", yang terkadang disingkat menjadi "emir" atau "amir".
Setelah kepemimpinan Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib), kekhalifahan yang dipegang berturut-turut oleh Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, dan Bani Usmaniyah, dan beberapa khalifah kecil, berhasil meluaskan kekuasaannya sampai ke Spanyol, Afrika Utara, dan Mesir. Jabatan dan pemerintahan Khalifah berakhir dan dibubarkan dengan pendirian Republik Turki pada tanggal 3 Maret 1924 ditandai dengan pengambilalihan kekuasaan dan wilayah kekhalifahan oleh Majelis Besar Nasional Turki, yang kemudian digantikan oleh Kepresidenan Masalah Keagamaan (The Presidency of Religious Affairs) atau sering disebut sebagai Diyainah
Kelahiran Kekhalifahan Islam
Kebanyakan akademis menyetujui bahwa Nabi Muhammad tidak secara langsung menyarankan atau memerintahkan pembentukan kekhalifahan Islam setelah kematiannya. Permasalahan yang dihadapi ketika itu adalah: siapa yang akan menggantikan Nabi Muhammad, dan sebesar apa kekuasaan yang akan didapatkannya ?
Keruntuhan kekhalifahan
Keruntuhan kekhalifahanan terakhir, Kekhalifahan Turki Usmaniyah, terjadi akibat adanya persetuan di antara kaum nasionalis dan agamis dalam masalah kemunduran ekonomi Turki.
Setelah menguasai Istambul pasca-Perang Dunia I, Inggris menciptakan sebuah kevakuman politik dengan menawan banyak pejabat negara dan menutup kantor-kantor dengan paksa sehingga bantuan khalifah dan pemerintahannya tersendat. Kekacauan terjadi di dalam negeri, sementara opini umum mulai menyudutkan pemerintahan khalifah yang semakin lemah dan memihak kaum nasionalis. Situasi ini dimanfaatkan Mustafa Kemal Pasha untuk membentuk Dewan Perwakilan Nasional - dan ia menobatkan diri sebagai ketuanya - sehingga ada dua pemerintahan saat itu; pemerintahan khilafah di Istambul dan pemerintahan Dewan Perwakilan Nasional di Ankara. Walau kedudukannya tambah kuat, Mustafa Kemal Pasha belum berani membubarkan khilafah. Dewan Perwakilan Nasional hanya mengusulkan konsep yang memisahkan khilafah dengan pemerintahan. Namun, setelah perdebatan panjang di Dewan Perwakilan Nasional, konsep ini ditolak. Pengusulnya pun mencari alasan membubarkan Dewan Perwakilan Nasional dengan melibatkannya dalam berbagai kasus pertumpahan darah. Setelah memuncaknya krisis, Dewan Perwakilan Nasional ini diusulkan agar mengangkat Mustafa Kemal Pasha sebagai ketua parlemen, yang diharap bisa menyelesaikan kondisi kritis ini.
Setelah resmi dipilih jadi ketua parlemen, Pasha mengumumkan kebijakannya, yaitu mengubah sistem khilafah dengan republik yang dipimpin seorang presiden yang dipilih lewat Pemilu. Tanggal 29 November 1923, ia dipilih parlemen sebagai presiden pertama Turki. Namun ambisinya untuk membubarkan khilafah saat itu, yang telah lemah dan digerogoti korupsi,i; Ia dianggap murtad, dan beberapa kelompok pendukung Sultan Abdul Mejid II terus berusaha mendukung pemerintahannya. Ancaman ini tak menyurutkan langkah Mustafa Kemal Pasha. Malahan, ia menyerang balik dengan taktik politik dan pemikirannya yang menyebut bahwa penentang sistem republik ialah pengkhianat bangsa dan ia kemudian melakukan beberapa langkah kontroversial untuk mempertahankan sistem pemerintahannya. Misalnya, Khalifah digambarkan sebagai sekutu asing yang harus dienyahkan.
Setelah suasana negara kondusif, Mustafa Kemal Pasha mengadakan sidang Dewan Perwakilan Nasional (yang kemudian disebut dengan "Kepresidenan Urusan Agama" atau sering disebut dengan "Diyaniah"). Pada tanggal 3 Maret 1924, ia memecat khalifah sekaligus membubarkan sistem kekhalifahan dan menghapuskan hukum Islam dari negara. Hal inilah yang kemudian dianggap sebagai keruntuhan kekhalifahan Islam.
Saat ini, Diyaniah berfungsi sebagai entitas dari lembaga Shaikh al-Islam/Kekhalifahan [1]. Mereka bertugas untuk: "memberikan pelayanan religius kepada orang Turki dan Muslim di dalam dan di luar negara Turki". Diyainah memiliki kantor pusat di Ankara, Turki.
Diyaniah adalah sebuah lembaga yang mewarisi semua sumber-sumber yang berhubungan dengan hal-hal religius dari Kekaisaran Ottoman, termasuk semua arsip kekhalifahan yang telah runtuh tersebut. Saat ini, Diyainah merupakan otoritas tertinggi Muslim Sunni. Diyainah juga memiliki kantor cabang di Eropa (Jerman).
Perbedaan utama antara kekhalifahan dengan Diyainah adalah Diyainah, tidak seperti kekhalifahan yang mengurusi masalah negara, hanya berfungsi sebagai lembaga keagamaan. Hal ini sesuai dengan prinsip sekularisme Turki yang memisahkan urusan Agama dengan urusan negara.
Sempat muncul keinginan dan gerakan untuk menyendirikan kembali kekhalifahan setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman, tetapi tak ada satu pun yang berhasil. Hussein bin Ali, seorang gubernur Hejaz pada masa Kekaisaran Ottoman yang pernah membantu Britania raya pada masa Perang Dunia I serta melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Istambul, mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah dua hari setelah keruntuhan Ottoman. Tetapi klaimnya tersebut ditolak, dan tak lama kemudian ia di usir dari tanah Arab oleh keluarga Saudi, yang sama sekali tidak peduli akan nasib kekhalifahan. Sultan Ottoman terakhir Mehmed VI juga melakukan hal yang sama untuk mengangkat kembali dirinya sebagai Khalifah di Hejaz, tetapi lagi-lagi usaha tersebut gagal. Sebuah pertemuan diadakan di Kairo pada tahun 1926 untuk mendiskusikan pendirian kembali kekhalifahan. Tetapi, hanya sedikit negara Muslim yang berpartisipasi dan mengimplentasikan hasil dari pertemuan tersebut.
Perbandingan kekhalifahan dengan sistem pemerintahan lain
Khalifah sangat berbeda dari sistem pemerintahan yang pernah ada di dunia, seperti disebutkan di bawah ini:
• Dalam kedudukan monarki, kedudukan raja diperoleh dengan warisan. Artinya, seseorang dapat menduduki jabatan raja hanya karena ia anak raja. Jabatan khalifah didapatkan dengan bai'at dari umat secara ikhlas dan diliputi kebebasan memilih, tanpa paksaan. Jika dalam sistem monarki raja memiliki hak istimewa yang dikhususkan bagi raja, bahkan sering raja di atas UU, maka seorang khalifah tak memiliki hak istimewa; mereka sama dengan rakyatnya. Khalifah ialah wakil umat dalam pemerintahan dan kekuasaan yang dibaiat buat menerapkan syariat Allah SWT atas mereka. Artinya, khalifah tetap tunduk dan terikat pada hukum Islam dalam semua tindakan, kebijakan, dan pelayanan terhadap kepentingan rakyat.
• Dalam sistem republik, presiden bertanggung jawab kepada rakyat atau yang mewakili suaranya (misal: parlemen). Rakyat beserta wakilnya berhak memberhentikan presiden. Sebaliknya, seorang khalifah, walau bertanggung jawab pada umat dan wakilnya, mereka tak berhak memberhentikannya. Khalifah hanya dapat diberhentikan jika menyimpang dari hukum Islam, dan yang menentukan pemberhentiannya ialah mahkamah mazholim. Jabatan presiden selalu dibatasi dengan periode tertentu, sebaliknya, seorang khalifah tak memiliki masa jabatan tertentu. Batasannya, apakah ia masih melaksanakan hukum Islam atau tidak. Selama masih melaksanakannya, serta mampu menjalankan urusan dan tanggung jawab negara, maka ia tetap sah menjadi khalifah .
Demokrasi dan Syura
Apa definisi demokrasi : sebenarnya demokrasi itu tumbuh sebelum dakwah Islam. Itu istilah yang lahir jauh ketika di Yunani berarti hukum rakyat . Bahwasanya hukum demokrasi berasal dari Yunani kuno . Dalam demokrasi, orang mengenal istilah one man one vote. Dengan satu orang satu suara, maka tak ada lagi istilah Muslim atau Kafir, ulama atau juhala, ahli maksiat atau orang shalih, dan seterusnya. Semua suara bernilai sama di hadapan ‘hukum’. Walhasil, keputusan yang terbaik adalah keputusan yang diperoleh dengan suara mayoritas. Lalu bagaimana dengan sistem Islam? Siapakah yang patut didengar suaranya?
Dalam ketatanegaraan Islam, dikenal istilah 'ahli syura'. Posisinya yang sangat penting membuat keberadaannya tidak mungkin dipisahkan dengan struktur ketatanegaraan. Karena bagaimana pun bagusnya seorang pemimpin, ia tetap tidak akan pernah lepas dari kelemahan, kelalaian, atau ketidaktahuan dalam beberapa hal. Sampai-sampai Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pun diperintahkan untuk melakukan syura. Apalagi selain beliau tentunya. Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa'di rahimahullah mengatakan: "Jika Allah mengatakan kepada Rasul-Nya -padahal beliau adalah orang yang paling sempurna akalnya, paling banyak ilmunya, dan paling bagus idenya- 'Maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu', maka bagaimana dengan yang selain beliau?" Kata asy-syura (الشُوْرَى) adalah ungkapan lain dari kata musyawarah (مُشَاوَرَةٌ) atau masyurah (مَشُوْرَةٌ) yang dalam bahasa kita juga dikenal dengan musyawarah, sehingga ahli syura adalah orang-orang yang dipercaya untuk diajak bermusyawarah . Disyariatkannya Syura Allah ta'ala berfirman: "Maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." (Ali Imran: 159) Juga Allah memuji kaum mukminin dengan firman-Nya:
Kedua ayat yang mulia itu menunjukkan tentang disyariatkannya bermusyawarah. Ditambah lagi dengan praktek Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang sering melakukannya dengan para shahabatnya seperti dalam masalah tawanan perang Badr, kepergian menuju Uhud untuk menghadapi kaum Musyrikin, menanggapi tuduhan orang-orang munafiq yang menuduh 'Aisyah berzina, dan lain-lain. Demikian pula para shahabat beliau berjalan di atas jalan ini . Ibnu Hajar berkata : "Para ulama berselisih dalam hukum wajibnya."Pentingnya Syura. Syura teramat penting keberadaannya sehingga para ulama, di antaranya Al-Qurthubi, mengatakan: "Syura adalah keberkahan . Dan hukum yang ada di dalam Islam adalah khilafah .
Sebenarnya hakikat dari sebuah agama adalah mensucikan diri dan menjernihkan hati, menampakan ketaatan . Merasakan keagungan Allah, menjaga keseimbangan dunia.
Agama dan Politik
Bahwasanya agama dan politik saling berkaitan . Tentunya kaum sekularis sangat tidak sepakat, bahwasanya di dalam Islam ada kaitannya dengan negara atau politik. Karena mereka takut Islam akan masuk dalam tataran aplikatif diundang – undang yang akan dibuat. Jika seandainya Islam memimpin suatu negara. Atau masuk ke pemerintahan. Dengan cara banyaknya partai yang ada, Islam masuk ke dunia politik .
Kaum sekularis mempunyai statemen bahwasanya agama sangat suci, dan tidak boleh untuk masuk dalam ranah kepartaian. Itu biasanya syubhat yang biasa diberikan dan dilemparkan oleh mereka. Dan sebab selanjutnya mereka akan berargumen, tentunya jika partai Islam diperbolehkan untuk masuk ranah politik maka setelah mereka mendapatkan kursi yang banyak di parlemen. Akan adanya kerusakan. Tendensinya apa? Karena mereka menggunakan sistem tuhan, dan bagi yang tidak mengikuti jejak mereka. Maka akan Kafir atau Fasiq. Ada pun asumsi mereka selain itu. Kalau umat Islam dengan partainya memimpin dan diperbolehkan, mesjid akan dijadikan ruang untuk menguatkan barisan mereka. Dan dilarang selain untuknya . Hubungan antara agama dan politik itu ada pengaruh dalam tatanan masyarakat .
Tapi perlu diperhatikan adalah sifat fanatik yang sangat kental terjadi disekitar kita, banyak partai Islam. Di antara mereka saling memberikan pendapat yang menyakitkan saudaranya. Kenapa mereka melakukan itu semua. Sifat fanatik yang beku di dalam otak dan pemikirannya? Bahkan fanatik itu ada yang bersifat individu dan kelompok .
Epilog
Tak ada sistem yang komprehensif selain Islam. Itu tentu dan pasti. Hal mutlak tak terbantahkan. Islam memberikan hak ke setiap manusia, siapa pun dia. Suku, atau pun ras. Islam melihat dari ketakwaan. Kebebasan ideologi, berpendapat, bahkan agama Islam mempunyai toleransi yang tinggi. Di dalam hukum Islam banyak kebaikan yang terkadang kita “sempit” melihatnya. Kebodohan itulah awal mulanya. Sistem pemerintahan, perpolitikan, semua telah diatur dengan baik. Islam terpisahkan dari lini kehidupan manusia, hal yang mustahil. Tidak rasional.
Demokrasi hukum dari Barat. Tentu, kita tahu semua. Syura berasal dari Islam. Hanya saja sangat sulit untuk digunakan sekarang. Karena khilafah belum ada, sistem pun tak bersuara. Ya. Mungkin suara mix ketika demontrasi atau mungkin perkumpulan digelanggang lapangan bola, teriak khilafah. Itu hanya kosong. Tapi, semoga saja bisa terjadi. Amin. Tak tahu tahun kapan!?
Jangan kita berfikiran jumud, kata yang tak ku suka dan mungkin tiap kita tak suka ketika mendengar kata ini” jumud”. Basi – itu pas untuk orang – orang seperti ini. Tak boleh ini, bid’ah melakukan itu. Ah, aku bosan. Sekarang zamannya tiap kita berlomba untuk maju,. Dengan apa: berfikiran bebas. Pastinya! ada batasan – batasan yang Allah tetapkan terhadap makhluknya. Penulis berharap, kita bisa terus menggali arti sebenarnya dari diskusi kita. Tempat diskusi bukanlah yang relevan untuk menyetarakan otak anda. Dan kita semua. Hanya sebagai instrumen untuk kemajuan. Bukan tujuan.
Baik, itu dari penulis. Mohon maaf jika ditemukan banyak kesalahan. Penulis makhluk yang mempunyai jutaan kekurangan dalam diri. Mungkin, lebih. Tapi penulis akan terus berusaha memberikan terbaik untuk semua. Itulah Rasul yang telah mengajarkan untuk terus memperbaiki diri.
Wa’allahu a’lam.
Sejarah dan Perkembangan Facebook
Pendahuluan
Keadaan sosial masyarakat mulai mengalami perkembangan dari zaman kezaman. Begitupun cara berinteraksi antar masyarakat sudah mulai maju dan terbilang efektif. Tentunya ini adalah ditunjang dari perkembangan-perkembangan sarana interaksi yang pesat dari zaman ke zaman. Terbilang efektif dikarenakan cara berinteraksi saa ini yang bersaranakan perangkat modern sudah tidak mengenal jarak lagi. ini tentunya adalah hasil dari kemajuan yang dibuat oleh ilmuwan-ilmuwan pakar di bidang Informasi dan komunikasi.
Salah satu fenomena yang perkembanganya sangat pesat dari sejarah berdirinya adalah Internet. Istilah lainnya adalah dunia maya. Sebuah dunia yang menyuguhkan berbagai hal tentang informasi dan lain2nya. Para "user" Internet dahulu pada awalnya, mereka hanyalah untuk berbagi informasi jarak jauh antar Pasukan yang berperang. Akan tetapi pada saat ini para "user' sudah bermacam-macam jenisnya. Mulai dari berbagai lapisan masyarakat sudah mengenal Internet, bahkan menjadi " user". Mereka adalah pelajar, guru, mahasiswa, dosen, pedagang, pengusaha, perusahaan, sekolah-sekolah, Universitas-universitas, pengangguran, dan masih banyak para "user" yang tidak bisa di sebutkan disini.
Dewasa ini sedang ramai di gunakan situs-situs jejaring sosial yang tumbuh subur di dunia maya. Situs jejaring sosial ( bahasa inggris : social network)s itu sendiri adalah sebuah fenomena internet yang mewakili generasi muda. Situs-situs ini sering digunakan untuk mencari jodoh (bahasa Inggris:online dating). Pada perkembangannya, modus yang sama juga digunakan untuk mencari teman. Salah satu jenis situs seperti ini yang populer adalah di Indonesia Friendster (juga merupakan yang pertama) dan Myspace serta Facebook di Amerika Serikat dan Kanada.
Sebelum masuk lebih dalam membahas tentang sejarah Facebook, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu pengertian global tentang internet.
Sejarah dan perkembangan Internet.
Secara harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Rangkaian pusat yang membentuk Internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET , yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa-pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching). Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal hari ini. Pada sekitar 1990-an, Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.
Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.
Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.
Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government .
Sama seperti halnya sebuah komunitas, Internet juga mempunyai tata tertib tertentu, yang dikenal dengan nama Nettiquette .
Terdapat kebimbangan masyarakat tentang Internet yang berpuncak pada beberapa bahan kontroversi di dalamnya. Pelanggaran hak cipta, pornografi, pencurian identitas, dan pernyataan kebencian (hate speech), adalah biasa dan sulit dijaga. Hingga tahun 2007, Indonesia masih belum memiliki Cyberlaw, padahal draft akademis RUU Cyberlaw sudah dibahas sejak tahun 2000 oleh Ditjen Postel dan Deperindag. UU yang masih ada kaitannya dengan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah UU Telekomunikasi tahun 1999.
Internet juga disalahkan oleh sebagian orang karena dianggap menjadi sebab kematian. Brandon Vedas meninggal dunia akibat pemakaian narkotik yang melampaui batas dengan semangat dari teman-teman chatting IRCnya. Shawn Woolley bunuh diri karena ketagihan dengan permainan online, Everquest. Brandes ditikam bunuh, dan dimakan oleh Armin Meiwes setelah menjawab iklan dalam internet.
Negara dengan akses internet yang terbaik termasuk Korea Selatan (50% daripada penduduknya mempunyai akses jalurlebar - Broadband), dan Swedia. Terdapat dua bentuk akses internet yang umum, yaitu dial-up , dan jalurlebar . Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC masih juga rendah, lainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah di kampus dan di kantor. Disamping menggunakan PC (Personal Computer), kita juga bisa mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator (Telkomsel, Indosat, XL, 3) yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.
Itu barang kali sekelumit tentang internet yang merupakan dunia tempat bercokolnya facebook. Dan kita juga semua merasakan saat ini internet sudah menjadi dunia kedua dalam kehidupan manusia (dunia maya). Barangkali kita tidak terlalu membahas terlalu jauh tentang internet, karena fokus bahasan kita saat ini adalah situs Jejaring sosial Facebook.
Facebook
Asal mula Facebook berawal ketika Mark Zuckerberg (saat itu mahasiswa semester II Harvard University) membuat sebuah situs kontak jodoh untuk rekan-rekan kampusnya. Zuckerberg yang terinspirasi dari situs Hot or Not menamai situs buatannya Facemash.com. Metode situs ini yaitu menampilkan dua foto pasangan (pria dan wanita), di mana selanjutnya dua pasangan ini akan dipilih oleh para anggota situs mana pasangan yang paling “hot”. Nah, untuk menampilkan foto-foto pasangan di situs ini, Zuckerberg berupaya dengan segala cara mencari foto-foto rekannya dengan cara keliling ‘door-to-door’ untuk meminta foto.
Saking nekatnya, Zuckerberg membobol akses jaringan komputer kampusnya untuk mendapatkan foto-foto tambahan. Namun aksi ini diketahui pihak kampus dan mereka selanjutnya memblokir situs Facemash.com diikuti dengan tindakan sanksi kepada Zuckerberg dengan ancaman akan memecatnya dari kampus (walaupun ancaman ini tidak jadi direalisasikan). Atas tindakannya itu, Zuckerberg membela diri dengan mengatakan “Tindakan pihak kampus yang memblokir situs facemash.com memang benar alasannya, namun sayang mereka tidak menyadari potensinya yang bisa saja menjadi alat pendongkrak popularitas bagi kampus itu sendiri”. Ia melanjutkan “Cepat atau lambat, nanti juga akan ada orang lain yang membuat situs serupa” .
Perkembangan Facebook
Tahun 2004
Tidak kapok, pada semester berikutnya, tepatnya pada tanggal 4 Februari 2004, Zuckerberg membuat sebuah situs baru bernama “The Facebook” yang beralamat URL:..http://www.thefacebook.com.. Untuk situs barunya ini, Zuckerberg berkomentar sarkas: “Menurutku upaya pihak kampus yang ingin membuat media pertukaran informasi antar civitas akademik yang butuh waktu bertahun-tahun adalah hal yang konyol. Dengan situsku ini, aku bisa mengerjakannya cuma dalam waktu seminggu saja”.
Saat pertama kali diluncurkan “The Facebook” hanya terbatas di kalangan kampus Harvard saja. Dan sungguh menakjubkan! Dalam waktu satu bulan para penggunanya sudah mencakup lebih dari setengah jumlah mahasiswa Harvard saat itu. Selanjutnya, sejumlah rekan Zuckerberg turut bergabung memperkuat tim thefacebook.com. Mereka adalah Eduardo Saverin (analis usaha), Dustin Moskovitz (programmer), Andrew McCollum (desainer grafis), dan Chris Hughes.
Bulan maret 2004, thefacebook.com mulai merambah ke beberapa kampus lain di kota Boston, AS dan juga ke sejumlah kampus ternama seperti Stanford, Columbia, Yale, dan Ivy League. Tak butuh waktu lama, situs ini telah tersebar penggunaannya di hampir semua kampus di AS dan Kanada. Bulan Juni 2004, Zuckerberg, McCollum dan Moskovitz memindahkan markas ke Palo Alto, California. Di sini mereka turut dibantu juga oleh Adam D'Angelo dan Sean Parker.
Pertengahan 2004, thefacebook.com mendapat investasi pertamanya dari
salah seorang pendiri PayPal, Pieter Thiel.
Tahun 2005
Bulan Mei 2005, thefacebook.com mendapat suntikan dana segar hasil join venture dengan Accel Partners. Tanggal 23 Agustus 2005, thefacebook secara resmi membeli nama domain mereka dari Aboutface.com seharga USD 200.000 dan sejak saat itu penggalan frase “the” tidak dipakai lagi sehingga nama mereka resmi menjadi facebook.com.
Pada tahun 2005 ini juga, facebook telah memperluas jangkauan pengguna ke kalangan pelajar SMA. Masih di tahun yang sama, sejumlah universitas di Meksiko, Inggris Raya, Australia dan Selandia Baru juga sudah bisa menikmati jaringan Facebook.
Tahun 2006
Awal tahun 2006, Facebook diisukan akan diakuisisi oleh sebuah perusahaan dengan harga USD 750 juta, bahkan tawarannya melonjak hingga USD 2 miliar. Namun kabar ini tak terbukti. Pada bulan April 2006, Facebook mendapat suntikan dana segar USD 25 juta hasil investasi dari Peter Thiel, Greylock Partners, dan Meritech Capital Partners. Bulan Mei tahun yang sama Facebook mulai merambah benua Asia melalui India. Di pertengahan tahun, gilliran Israel dan Jerman. Akhirnya pada 11 September 2006, Facebook merubah status registrasinya menjadi “free to join” bagi semua pemilik alamat email valid di seluruh dunia.
Tahun 2007
Bulan September 2007, Microsoft mengumumkan telah membeli 1,6% saham Facebook senilai USD 15 miliar. Dalam pengambilan saham ini juga tercakup kesepakatan bahwa Microsoft memiliki hak untuk memasang iklan mereka di Facebook. Melihat langkah ini sejumlah pemain raksasa lain seperti Google, Viacom, Friendster juga mengungkapkan minat mereka untuk berinvestasi di Facebook. Sebelumnya di tahun 2006, Yahoo! telah menawarkan tawaran akuisisi senilai USD 1 miliar. November 2007, seorang miliuner Hongkong Li Ka-shing menanam investasi senilai USD 60 juta di Facebook.
Tahun 2008
Pada Agustus 2008, majalah Business Week melaporkan sejumlah pihak lain telah ikut menanamkan saham di Facebook sehingga diperkirakan nilai Facebook berkisar antara USD 3.75 miliar sampai USD 5 miliar.
Situasi Situs
Pengguna Facebook kini dapat bebas bergabung ke banyak jaringan yang diatur berdasarkan kota, lokasi kerja, sekolah maupun negara. Jaringan-jaringan ini kemudian akan menghubungkan para anggotanya. Sesama pengguna dapat berhubungan dengan teman-temannya dan bisa saling melihat isi profil pribadi.
Situs Facebook mendapatkan pemasukan utama dari iklan-iklan yang terpasang padanya. Para pengguna bebas membuat profilnya masing-masing yang di dalamnya bisa berisi foto dan info-info pribadi lainnya. Selain itu dapat juga saling mengirim pesan, bergabung dengan sebuah grup atau lebih. Secara default, Facebook mengatur profil pengguna hanya bisa diakses oleh sesama pengguna yang telah berteman. Namun pengaturan ini bisa nanti dirubah jika diinginkan.
Microsoft adalah mitra eksklusif Facebook dalam menayangkan iklan-iklan banner. Inilah sebabnya mengapa Facebook hanya menayang iklan-iklan yang termuat dalam jaringannya Microsoft. Menurut comScore (situs periset internet marketing) saat ini Facebook mengumpul data pengguna sebanyak yang dikumpulkan oleh Google dan Microsoft.
Dalam hal tampilan, Facebook sering dibanding-bandingkan dengan MySpace dan Friendster. Namun perbedaaan utama antara mereka ialah MySpace dan Friendster mengizinkan pengguna mendekorasi tampilan profilnya dengan fitur HTML dan CSS, sedangkan Facebook hanya mengizinkan fitur teks saja sehingga semua tampilan profil pengguna terlihat seragam.
Fitur
Facebook memiliki sejumlah fitur interaksi antar sesama pengguna yang di antaranya adalah fitur ‘Wall/Dinding’, ruang tempat sesama pengguna mengirimkan pesan-pesan terbuka, ‘Poke/Colek’, sarana untuk saling mencolek secara virtual, ‘Photos/Foto’ ruang untuk memasang foto, dan ‘Status’ yang menampilkan kondisi/ide terkini pengguna. Mulai Juli 2007, Facebook mengizinkan pengguna untuk mengirim berbagai lampiran (tautan, aplikasi, dsb) langsung ke Wall/Dinding, di mana sebelumnya yang diizinkan hanya teks saja.
Seiring perjalanan waktu, Facebook menambahkan beberapa fitur baru ke dalam situsnya. Pada September 2006, Facebook mengumumkan peluncuran News Feed/Rangkaian Kabar Berita yang berisi kilasan informasi dari masing-masing pengguna. Mulanya fitur ini bersifat terbuka dan bisa dilihat oleh siapa saja. Namun setelah mendapat keluhan dari beberapa pengguna, pihak Facebook merubah pengaturan fitur ini sehingga kini pengguna dapat mengatur mana yang bisa ditampilkan di News Feed/Rangkaian Kabar Berita dan mana yang tidak.
Fitur Catatan/Notes ditambahkan pada 22 Agustus 2006. Dalam fitur ini pengguna bisa mengimpor tulisannya di blog lain (Xanga, LiveJournal, Blogger, dll) untuk ditampilkan di Facebook. Tanggal 7 April 2008, Facebook meluncurkan salah satu fitur favorit yaitu ‘Chat/Obrolan’, tempat di mana para pengguna bisa saling berkirim pesan pribadi secara langsung dan real time.
Fitur ‘Gifts/Hadiah’ dimulai pada 8 Februari 2007. Fitur ini adalah fitur untuk saling berkirim hadiah. ‘Hadiah’ bisa dibeli dengan harga USD 1 dan ditambahkan pesan pribadi. Tanggal 14 Mei 2007, Facebook memperkenalkan ‘Marketplace’ yang mengizinkan pengguna untuk beriklan secara gratis. Fitur beriklan gratis ini dibuat untuk menyaingi fitur serupa yang diperkenalkan oleh Craiglist.
Juli 2008, Facebook merapikan tampilan situs sehingga setiap kategori (dinding, info, foto, dll) memiliki tab-tab terpisah. Mulai Maret 2009, Facebook merapikan tampilan “Home/Beranda”.
Platform Facebook
Pada 24 Mei 2007, Facebook mempromosikan Facebook Platform. Ini adalah sarana bagi para pengembang software untuk menciptakan aplikasi yang bisa digunakan di Facebook. Langkah ini segera disambut oleh para pengembang software sehingga sampai 25 Maret 2009 tercatat ada 52.000 aplikasi dengan jumlah pengembang sebanyak 660.000 pihak.
Siapakah Mark Zuckerberg ?
Mark Elliot Zuckerberg dilahirkan di White Plains, New York, 14 Mei 1984; umur 25 tahun). Anak dari Edward dan Karen Zuckerberg. Ia adalah seorang programer komputer dan pengusaha asal Amerika Serikat. Menjadi kaya di umurnya yang relatif muda karena berhasil mendirikan dan mengembangkan situs jaringan sosial Facebook di saat masih kuliah dengan bantuan teman Harvardnya Andrew McCollum dan teman sekamarnya Dustin Moskovitz dan Crish Hughes. Saat ini ia menjabat sebagai CEO Facebook.
Forbes (situs yang membukukan miliuner-miliuner dunia) mencatatnya sebagai milyarder termuda, atas usaha sendiri dan bukan karena warisan, yang pernah tercatat dalam sejarah. Kekayaannya ditaksir sekitar satu setengah miliar dolar Amerika. Awal tahun 2009 Mark Zuckerberg mendapat penghargaan Young Global Leaders.
Zuckenberg adalah anggota Alpha Epsilon Pi . Pada awalnya Mark Zuckerberg hanyalah seorang mahasiswa dari Universitas Harvard.Zuckerberg lalu membuat suatu sistem jejaring sosial untuk kelasnya.Tetapi setelah ia membuat sistem tersebut,ternyata semakin banyak saja orang yang tergabung didalamnya.Sistem itu lama kelamaan telah menjaring universitas terdekat dari tempatnya kuliah,dan inilah awal dari Facebook yang kita kenal saat ini.
Dari situasi inilah,Zuckerberg berinisiatif untuk mengembangkan sistem jejaring tersebut.Mula-mula Zuckerberg mengembangkan sistem ini dan memberi nama Facebook.Zuckerberg dan kawan-kawannya lalu menyewa tempat di Palo Alto,California sebagai tempat untuk mengembangkan Facebook.Karena keasyikan untuk mengembangkan proyek Facebook,maka Zuckerberg lupa akan kuliahnya.Zuckerberg dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit antara memilih pendidikannya atau bisnis proyek yang sedang dia kembangkan.Dengan sikap yang optimis Zuckerberg dan kawan-kawannya memilih untuk meninggalkan kuliah mereka,dan memfokuskan diri pada proyek Facebook tersebut.
Penutup
Perkembangan terakhir facebook saat ini sangatlah pesat. Dari segi member, fitur dan hal-hal baru terus bertambah banyak. Dan ini lumayan berdampak pada bentuk facebook itu sendiri. Dan dampak ini bisa jadi disukai oleh user bisa jadi tidak. Karena dampak yang dirasakan oleh para user pada saat ini adalah lambatnya loading ke dalam situs Facebook.
Terakhir penulis mencukupkan sampai disini dahulu pembahasan sejarah dan perkembangan facebook. Cukup menarik memang pembahasan facebook saat ini. Karena fenomena facebook saat ini sedang sangat menggurita. Semoga makalah ini bisa bermanfaat. Jangan sampai kita hanya sebagai pengguna facebook tetapi tidak mengetahui apa dan siapa pendiri facebook.
Penulis juga mengharapkan kritikan yang konstruktif supaya makalaini lebih baik kedepanya. Mohon maaf jika banyak kekurangan. Wallahu 'alam bis showab.
Data Facebook :
- Tipe : Perusahaan Swasta
- Didirikan : Cambridge, Massachusetts ( 4 Februari 2004)
- Letak : Palo Alto, California
- Tokoh Penting : * Pendiri, CEO, dan Presiden
( Mark Zuckerberg ).
* Pendiri dan wakil Presiden Teknis ( Dustin Moskovitz).
* COO ( Chief Operating officer) Owen van Natta.
* Wakil Presiden Startegi dan Operasi Bisnis, Matt Cohler.
* Pendiri ( Chris Hughes ).
- Industri : Internet
- Pendapatan : 300 juta USD ( estimasi 2008 )
- Karyawan : 700 ( November 2008)
Al qur'an dan Umat Islam
Oleh:
PROLOG
Di zaman yang modern ini, di zaman yang mana ilmu pengetahuan berkembang pesat, kita lihat banyak sekali orang yang bersaing dalam mengkaji ilmu. Entah itu ilmu alam, sosial, teknologi, sampai pada internet yang kita selalu pakai untuk berdakwah, walaupun ujungnya dan akhirannya sampai pada dakwah bil hub.
Umat manusia kini berkembang. Kita bisa melihatnya. Pengahasilan milyaran dolar pada facebook, situs-situs, dan teknologi lainya. Orang-orang yang merasa dirinya hebatpun tidak ingin ketinggalan, dan ikut turut andil. Kecuali bagi orang-orang yang tidak mengerti dan tidak faham. Kecuali juga bagi orang yang hanya ingin menjadi penonton bukan pemain.
Kita perhatikan dan cermati. Mayoritas dari orang-orang yang sukses itu. Apakah mereka orang islam? Padahal orang islam itu mempunyai al-Quran, yang mana dengan mengamalkannya orang islam akan jauh diatas dari mereka, jauh dari orang-orang yang sukses sekarang.
Kita lihat saja zaman dulu, ketika zaman para sahabat dan tabiin. Islam menjadi agama yang diakui kehebatannya oleh agama lain. Diakui keilmuannya, diakui akhlaknya dan diakui segalanya. Dan itu semua dikarenakan umat islam selalu membaca dan mengamalkan setiap ayat yang terkandung dalam al-Qur’an.
Namun sayang umat islam sekarang mulai pudar dalam pengamalan al-Quran. Mereka sekarang lebih disibukkan dengan teknologi dan gemerlap dunia semata. Ibarat racun yang terus menyebar, umat islam terus digerogoti dan dilupakan dengan pembimbing hidupnya di dunia ini. Maka apalah artinya umat islam tanpa alquran. Berjalan di jalan dan tempat yang gelap gulita tanpa lentera serta cahaya yang menerangi.
PEMBAHASAN
MAKNA AL-QURAN
Secara bahasa al-Quran adalah qara’a atau tilawah yang berarti membaca atau bacaan . Dan menurut istilah atau secara terminologi al-Quran adalah kalam Allah atau firman Allah yang turun pada nabi Muhammad saw, diturunkan secara mutawatir, yang beribadah jika membacanya, tertulis pada mushaf-mushaf, dibuka dengan surah Alfatihah, dan ditutup dengan surah Annas.
Kita sama ketahui, al-Quran adalah kalam Allah yang turun pada nabi Muhammad saw. Ia bukan bikinan, dan bukan makhluk seperti yang dikatakan ulama dari kalangan mu’tazilah. ataupun orang-orang kafir yang mengatakan bahwa al-Quran adalah buatan nabi Muhammad semata. Padahal kita ketahui pula bahwa nabi Muhammad adalah seorang yang ummi. Seorang yang tidak bias mmbaca dan menulis.
Oleh sebab itu banyak diantara kaum kafir yang mencoba membuat sesuatu yang menyerupai al-Quran. Namun ternyata mereka tidak bisa, dan malah kekonyolan yang ada ketika membaca hasil buatan mereka itu. Karena sungguh benar al-Quran itu adalah kalam Allah. Hal ini tercatat dalam al-Quran sendiri, dan Allah menantang mereka, yaitu orang yang berkata bahwa al-Quran adalah bikinan nabi Muhammad untuk menulis yang semisal al-Quran. Jika mereka tidak sanggup maka mereka disuruh untuk menulis satu surah saja. Dan pada akhirnya mereka pun tidak bisa menandingi al-Quran.
Al-Quran merupakan kitab suci umat islam. Dan ia wajib diyakini kebenarannya. Ia mempunyai beberapa nama dan keistimewaan . Diantaranya adalah:
• Alkitab : karena ia tertulis (ad dukhan:1)
• At tanzil : karena diturunkan oleh Allah swt (fusilat:42)
• Ad dzikr : karena al-Quran adalah peringatan (al hajr:9)
• Al furqan : karena al-Quran adalah pembeda (al furqan:1)
Sedangkan keistimewaan al-Quran diantaranya,walaupun banyak keistimewaan yang lain. Pertama adalah al-Quran sebagai nur atau cahaya, kemudian al-Quran sebagai hidayah, karena didalamal-Quran terdapat bukti yang jelas tentang hak dan yang bathil. Selain itu keistimewaan al-Quran adalah sesuatu yang mulia, karena al-Quran terjaga dari perubahan dan penggantian atau penambahan dan pengurangan. Dan yang terakhir yang sama kita ketahui, al-Quran adalah syifa. Obat dari kebodohan jika kita mengamalkan apa yang didalamnya.
TURUNNYA AL-QURAN
Nabi Muhammad saw adalah objek diturunkannya al-Quran. Karena al-Quran sendiri merupakan mukjizat yang diberikan Allah pada beliau. Al-quran turun melalui pelantara malaikat jibril alaihi salam. Adapun proses penurunannya terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama turun ke lauh mahfuz dengan jalan dan waktu yang tidak diketahui. Dan yang mengetahui hanya Allah semata. Dan jumlah yang turun adalah sejumlah sekaligus.
Tahap kedua adalah dari lauh mahfuz ke sama’ addun ya dengan satu jumlah sekaligus. Dan ini diturunkan pada malam lailatul qodar. Lalu berikutnya tahapan ketiga. Al-Quran ditunkan dari sama’ dun ya ke bumi pada hati nabi Muhammad saw, berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun , dan melalui pelantara malaikat jibril.
Adapun hal jibril dalam menyampaikan wahyu pada nabi Muhammad saw bermacam-macam caranya. Terkadang lewat mimpi, seperti gemerincing lonceng, menyamar sebagai manusia, dan pernah jibril suatu ketika menyampaikan wahyu dengan wujud aslinya.
UMAT ISLAM
Umat islam dalah umat yang selamat. Umat yang mengikuti ajaran dan risalah nabi Muhammad saw, dengan yang pertama kali dilkukan adalah mengucapkan dua kalimat syahadat. Dan diikuti dengan rukun islam lainnya yang lima.
Umat islam dari masa kemasa terus berkembang dan diakui oleh seluruh dunia. Karena umat islam mempunyai pedoman hidup yang sangat berharga dan tidak boleh dipisahkan. Yaitu al-quran. Al-Quran adalah spirit kebangkitan umat islam.
MASYARAKAT ARAB KETIKA AL-QUR’AN TURUN DAN MASA SAHABAT
Sebenarnya ada kesamaan antara zaman sekarang dengan masyarakat arab. Yaitu masalah orang kafir yang mengingkari kebenaran al-quran dan menyatakan bahwa al-Quran itu hanyalah bikinan nabi muhammab saw. Namun zaman sekarang terlepas dari kaum kafir arab saja. Zaman sekarang, orang kafir seluruh dunia menyatakan hal yang serupa.
Ketika al-Quran diturunkan, orang arab ketika itu banyak yang masuk pada agama islam. Dikarenakan gaya bahasa alquran yang begitu menakjubjan.termasuk salah satunya khalifah mar bin khattab yang masuk islam setelah mendengar adik perempuan beliau membaca surah toha. Dan tentunya pula atas hidayah dari Allah.
Setelah waktu ke waktu, alquran pun mengisi relung hati demi hati penduduk arab. Khususnya penduduk kota madinah. Sedidit demi sedikit menjadi bukit banyak yang masuk islam. Alquran pun menjadi panutan dan sumber pedoman masyarakat muslim ketika itu.
Apalagi pada masa sahabat dan masa tabiin. kita tahu pada zaman khulafaurosidin adalah zaman keemasan bagi umat islam. Karena pada zaman tersebut alquran banyak yang mengamalkan. Termasuk para pemimpinnya sendiri.
UMAT ISLAM MASA SEKARANG
Sekarang kita rasakan umat islam penuh keterpurukan. Hanya sedikit yang mau mengamalkan amalan yang ada pada alquran. Kita telah diperangi oleh peradaban barat yang sebenarnya menyontek dan menyalin peradaban islam. Dan sekarang kita bangga dengan mengikuti peradaban mereka yan g akan membawa pada kesengsaraan kita.
Kesengsaraan dalam akhlak kita didunia, dan kesengsaraan kita di akhirat kelak.
Sebenarnya mereka, tidak akan bisa mengalahkan kita dengan senjata apapun yang yang kita miliki. Tapi ternyata mereka mengetahui kelemahan kita. Mereka menjauhkan kita dengan alquran. Dan sekarang kita malah terprofokasi oleh mereka dan menentang apa yang ada pada al-quran sendiri.
Al-quran sepatutnya mendapatkan layanan dari pembaca dan penganutnya. Layanan ini bukan hanya dengan meletakkan, mengambil, dan membacanya saja. Malah lebih utama yaitu penghayatan, suruhan dan menjauhi larangannya.
Suasana inilah yang melonjakkan umat dulu ke paras tertinggi indeks kecemerlangan. Kecemerlangan yang digapai bukannya dalam satu bidang tertentu saja, malah dalam segala bidang. Malangnya generasi ini telah lama meninggalkan kita.
Walaupun mereka tiada bersama kita lagi, tapi sejarah mereka tetap utuh tersimpan masih segar kalau mahu ditelaah dan dipelajari.
Mereka membaca al-Quran bukan hanya untuk panduan hukum agama sahaja, malah menjadikannya sebagai buku panduan 'the way of life' bukan hanya untuk kesempurnaan fardu ain, tapi juga fardu kifayah.
Cuba lihat apabila mereka membaca ayat al-Quran mengenai aurat, mereka bukan berlomba-lomba membeli kain di pasar untuk menutup aurat tapi mereka berfikir lebih jauh daripada itu. Mereka berfikir bagaimana hendak mencipta pakaian, bagaimana membuat pabrik pakaian, malah merancang untuk menguasai pasaran pakaian dan fashion.
Begitu juga apabila mereka membaca ayat mengenai kebersihan, mereka bukan saja membersihkan najis, tapi juga mencari ide bagaimana menciptakan teknologi alat kebersihan, pabrik, malah import-eksport, Di balik kepintaran itu, mereka adalah generasi punya akhlak yang tinggi.
EPILOG
Begitulah al-Quran memberi inspirasi berfikir dan berzikir. Seyogyanya kita bisa mendekati al-Quran untuk mempertajamkan akal dan memperkuatkan peribadi. Caranya:
• banyak membaca al-Quran
• banyak mendengar al-Quran
• memahami al-Quran
• menjadikan al-Quran sebagai obat mujarab untuk menyelesaikan masalah sosial
• menjadikan al-Quran sebagai sumber hukum.
Masalah bermula apabila kita melupakan al-Quran, tidak membacanya. Kalau dulu, waktu Maghrib kedengaran suara orang membaca al-Quran sayup-sayup dari rumah ke rumah, tapi kini yang kedengaran hanya suara tv dan radio.
Kalau baca pun banyak salah, tidak coba memahaminya, tidak menjadikannya sebagai panduan untuk merawat penyakit masyarakat dan kemanusiaan. Kalau adapun, dijadikan untuk masalah perkawinan.
ketika Rum dan Parsi jatuh ke tangan orang Islam, pemimpin Rum berbicara mengungkapkan kekaguman mengenai tentera Muslim.
komentar mereka, orang Islam itu suka salat pada malam hari dan berpuasa di siang hari, mereka menepati janji, menyeru orang melakukan kebaikan, melarang daripada kejahatan dan membagikan harta rampasan perang sama banyak antara mereka.
Umat Islam berada pada zaman kecemerlangan karena ditempa dan dibentuk oleh al-Quran. Melihat kepada kondisi sekarang, kita dan al-quran serasa ditempat yang berbeda.
Kita lihat cina. Mereka non muslim namun bisa menjadi sukses. Kita tahu kenapa mereka seperti itu? Itu karena mereka selalu memanfaatkan menit demi menit dalam hidup mereka . Oleh karena itu. Mari kita, umat islam kembali lagi pada al-Quran. Dan kembalikan kejayaan islam dengan al-Quran.
Ujian Itu Bernama Kehidupan

Oleh :
Hidup ini adalah ujian. Dan manusia tidak akan bisa tumbuh berkembang tanpa adanya ujian. Akan tetapi tidak semua dari kita bisa menyikapi ujian yang diberikan Allah SWT dengan sebagaimana mestinya. Begitu juga dengan imtihan yang akan segera kita hadapi yang merupakan salah satu dari sekian banyak ujian yang ada, tidak hanya kemampuan intelektual kita yang diuji dalam imtihan ini akan tetapi ruhaniah kita juga diuji ketika itu, karena dengan modal usaha tamam muqorror saja belum cukup, ada peran doa dan hubungan yang baik antara hamba dan Allah SWT di sana.
Adapun orang yang lulus dengan hasil yang memuaskan tanpa disertai dengan doa bisa jadi kurang terasa berkesan, akan tetapi sebaliknya, walaupun sakit rasanya, kita akan merasa puas jika usaha dan doa sudah maksimal walaupun kenyataan yang terjadi tidak seperti apa yang didambakan. Akan tetapi kembalikanlah segala sesuatunya itu kepada Sang Pencipta yang tentunya jauh lebih mengetahui segala macam hikmah di baliknya.
Setiap kita pernah merasakan ujian, akan tetapi tidak setiap kita bisa memaknai artinya, karena penyikapan kita terhadap ujian itu berbeda dan kadar ujiannya pun tidak sama. Ada orang yang hanya terduduk lemas dan bersandar pada dinding penyesalan tanpa pernah bangkit hanya meratapi kepingan harapannya yang telah hancur terlindas kenyataan dan terbentur takdir karena asa dan realita tak pernah berjalan berdampingan. Adapula orang yang berani menghadapi ujian itu dengan keyakinan dan kedewasaan.
Apabila disuguhkan kepada kita beberapa cangkir kopi dengan berbagai corak cangkir yang berbeda mulai dari cangkir keramik, logam, kaca hingga cangkir plastik yang biasa-biasa saja, mungkin mayoritas diantara kita lebih memilih kopi yang dituangkan dan disajikan dengan cangkir keramik, logam ataupun paling sederhana yang kita pilih yaitu cangkir dari kaca. Sedikit sekali yang berminat minum menggunakan cangkir plastik jikalau kondisinya adalah memilih diantara berbagai macam cangkir tersebut. Mungkin kita merasakan rasa nikmat tersendiri tatkala menengguk kopi dari cangkir keramik yang kita pilih dan juga akan merasakan rasa yang berbeda pula apabila kita menengguk kopi dari cangkir plastik yang biasa saja padahal isi dari kesemua cangkir itu sama dan dari satu sumber teko yang sama akan tetapi tampilan luarnyalah yang membuatnya terlihat elok ataupun berbeda sehingga paradigma orang yang merasakan minum dari cangkir tersebut pun serasa berbeda.
Begitupula kehidupan ini. Terkadang kita hanya melihat dan merasakan sesuatu berdasarkan yang terlihat oleh kasat mata saja, cukup menilai sesuatu hanya dari luar tanpa pernah menelusuri apakah yang terlihat dari luar itu sama dengan apa yang berada di dalamnya. Kita cenderung memilih sesuatu yang kita anggap indah serta ideal dan itu wajar saja selama kita manusia. Ibarat kopi dalam cangkir, kehidupan kita adalah kopi yang seharusnya lebih kita nikmati rasanya daripada sekedar melihat cangkir yang menghiasinya. Adapun cangkir dari apapun bahannya hanyalah penghias kehidupan yang seringnya digunakan sebagai pemanis ataupun sarana dalam mengarugi kehidupan ini. Akan tetapi kerap kali kita lebih terfokus kepada cangkir daripada isinya, kita lebih terfokus kepada suatu hasil terlepas hasil itu memuaskan ataupun tidak. Isi cangkir itu adalah kehidupan yang semestinya lebih kita nikmati, isi cangkir itu adalah jerih payah usaha di setiap hembusan nafas kehidupan kita, isi cangkir itu yang akan lebih bernilai dibandingkan cangkir yang mewadahinya karena bagaimanapun juga sesungguhnya yang kita inginkan adalah kopi tersebut bukan cangkirnya. Begitupun Allah SWT yang memberikan kehidupan kepada kita, Allah SWT tidak melihat cangkir yang mewadahi kopi tersebut karena “cangkir” tersebut sekedar penghias yang dibuat sedemikian rupa oleh Allah SWT.
Kekayaan, kedudukan, penghormatan, wajah yang rupawan, najah ataupun rasib adalah cangkir yang mewadahi kopi dan bukanlah segalanya dalam hidup ini. Meskipun cangkir tersebut merupakan ujian bagi siapa saja yang memegangnya. Akan tetapi Allah SWT lebih melihat kepada usaha dalam mencapai hasil yang kita inginkan dan itu merupakan ujian di dalam ujian, karena kalaulah ternyata hasil yang kita tuai adalah ketidaksesuaian dengan harapan kita, maka bisa jadi itu menjadi jalan perubahan bagi kita atau Allah SWT sedang memuliakan kita dengan ujiannya ataupun juga malah sebaliknya kita mengutuk dan mencerca jerih payah yang pernah kita lakukan tatkala kita ingin mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dan itulah ujian hidup sesungguhnya, yang mungkin saja orang yang memiliki cangkir bagus tidak lebih baik daripada orang yang mempunyai cangkir biasa. Bahkan mungkin bisa dipandang gagal dalam pandangan manusia pada umumnya.
Ujian sudah di depan mata. Tak kita hampiri pun ia akan datang dengan sendirinya dan hasil bukanlah segalanya karena Allah-lah yang menentukan hasilnya. Dan Allah SWT tidak akan pernah dzalim dengan usaha yang dilakukan hamba-Nya kalaupun ternyata sudah usaha sekuat tenaga akan tetapi predikat rasib yang didapat maka ujian yang kita dapat lebih besar daripada ujian yang orang lain dapat dan natijahnya pun akan lebih besar di mata Allah SWT jikalau kita bisa mengerjakannya dengan baik.
Disamping kita musti optimis dengan apa yang kita cita-citakan, terkadang kita juga musti melihat sesuatu itu dari belakang ataupun dari sudut terburuk yang tidak kita inginkan. Karena ketentuan keinginan ada dua; kalaupun keinginan kita sejalan dengan realita maka itu yang kita harapkan benar-benar terjadi, adapun kemungkinan yang kedua adalah jikalau asa kita tidak berbanding lurus dengan kenyataan yang terjadi maka hal itu merupakan suatu ujian buat kita.
Cobalah sejenak ataupun sesekali kita melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Mungkin kita akan objektif dan lebih bisa melihat kekurangan diri tatkala dipandang dari kacamata orang lain. Begitu juga untuk menghargai sebuah hasil yang kita capai selain dengan cara bersyukur kepada Allah SWT terhadap apa yang telah dikehendaki-Nya, mungkin ada baiknya juga jikalau kita memposisikan diri sebagai orang yang belum beruntung diberikan hasil yang memuaskan. Adapun bagi orang yang merasa dirinya gagal serta hasil yang didapat jauh dari kata sempurna ataupun belum mendapatkan kenajahan, mungkin di setiap detik waktu yang berjalan terasa amat lama, yakinlah selalu Allah SWT sedang memperhatikan kita, cuma bagaimana kita menyikapi bentuk perhatian Allah SWT itulah yang musti kita respon dengan sikap terbaik. Karena tidak akan pernah merasa hina walaupun hasil yang didapatkan jauh dari sempurna di hadapan manusia jika kita menggantungkan segala urusan kita kepada Allah.
Kita tidak pernah tahu rasanya sakit karena terjatuh jikalau kita belum pernah terjatuh. Kita tidak pernah tahu pilu rasanya bertepuk sebelah tangan jika kita belum pernah merasakan sisi lain dari mencinta dan kita tidak pernah merasakan lamanya waktu berlalu apabila kita belum pernah merasakan kehilangan. Untuk mengetahui itu semua, tidak perlu menunggu mengalami kondisi seperti itu, karena ujian setiap kita berbeda dan yang menjadi sama untuk kita semua adalah apakah kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari apa yang kita dapat dan kita lihat.
Janganlah seperti orang merugi atau orang kafir yang menyesali diri di kemudian hari tatkala ternyata janji Allah SWT itu benar adanya. Jangan pula seperti Fir’aun yang begitu angkuh dan enggan menerima kebenaran yang disampaikan oleh nabi Musa AS sehingga butuh ditenggelamkan untuk mengorek isi hatinya dan mengakui kebenaran yang dibawa nabi Musa AS. Jangan pula menjadi orang-orang yang hanya bisa diam termangu menunggu, karena kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya dan waktu akan terus berjalan tanpa pernah menoleh dan tanpa pernah menghiraukan apa yang terseret sang masa. Selalu tanamkan dalam diri kita “hope for the best and prepare for the worst” karena kita tidak pernah tahu bagaimana hasil yang akan kita dapatkan kelak. Wallahu a’lam bi shawab.
Demokrasi, Sebuah Jargon Politik
Oleh :
Pesta demokrasi terbesar telah berakhir. Saatnya menunggu mentari pagi menyambut dengan senyuman yang lebih berarti. Tak akan usang menunggu para politikus ulung memainkan kata dan bersilat lidah untuk menyukseskan apa yang mereka inginkan. Dengan agenda program dan janji-janji palsu telah disebarkan, air-air kemunafikan telah disemburkan. Dengan mengatasnamakan demokrasi banyak yang mendukung dan mendulang suara banyak di dalam pemilu. Memang kita terkadang tertipu dengan jargon yang disampaikan oleh para elite-elite politik, dan banyak dari masyarakat bahkan para aleg (anggota legislatif) yang tak mengerti esensi dari demokrasi tersebut.
Demokrasi. Siapa yang tidak tahu, atau setidaknya, tidak pernah mendengar tentang demokrasi? Semua orang pasti mengetahui tentang apa itu demokrasi. Demokrasi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hampir semua negara di dunia sudah menjadikan demokrasi sebagai sistem pemerintahannya.
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, “Demos” yang berarti rakyat atau masyarakat, dan “Crato” yang berarti pemerintah. Berdasarkan terminologi ini, demokrasi mengandung makna pemerintahan mutlak ada di tangan rakyat. Atau yang lebih kita kenal dengan: dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pemerintah yang memimpin sebuah negara demokrasi dipilih oleh rakyat, melalui suara terbanyak.
Hukum-hukum yang berlaku di negara demokratis adalah hukum-hukum manusia. Hukum ini dibuat oleh perwakilan rakyat, dan dijadikan sebuah hukum yang mengikat dalam bentuk undang-undang. Semua orang harus mematuhi undang-undang (hukum) buatan manusia ini. Siapa saja yang melanggar akan dikenai sanksi.
Pencetus sistem demokrasi adalah kaum kufar. Tujuan dari pencetusan sistem ini adalah untuk “menciptakan” persamaan hak bagi semua warganya. Namun dalam perjalanannya, sistem ini justru memicu munculnya berbagai faham yang menandinginya. Diantara faham tersebut diantaranya adalah fasisme dan komunisme, yang berseberangan dengan demokrasi itu sendiri. Setelah kedua faham tersebut musnah, demokrasi menjadi “jawara” sistem pemerintahan yang banyak digunakan oleh negara-negara di dunia.
Lantas, bagaimanakah pandangan Islam tentang demokrasi? Apakah sistem demokrasi ini sesuai dengan ajaran Islam?
Sebelum kita memasuki hukum tersebut maka yang harus dimengerti adalah makna dari politik itu. Dunia politik adalah dunia yang sarat dengan jargon dan ungkapan yang sangat bombastis. Karena watak dari politik adalah bagaimana mendapatkan dukungan dan suara sebanyak-banyaknya. Dan memang tidak jarang, jargon yang selalu didengungkan di dalam iklan partai politik terkadang tidak sesuai dalam tataran aplikatif.
Jargon demokrasi
Dan saat ini bukan hanya Indonesia saja yang ngetrend terminologi demokrasi, melainkan juga di dunia. Istilah demokrasi sangat kental di telinga kita semua. Dan setiap mereka punya istilah yang sama, tapi bisa jadi esensi dari demokrasi itu berbeda-beda.
Kita juga kenal dengan seorang proklamator Indonesia, Soekarno menggunakan istilah demokrasi, namun banyak kalangan juga yang menilai bahwasanya ia seorang diktator. Dan bukankah juga kita kenal dengan seorang yang dijuluki sebagia Bapak Pembangunan, ia mengusung nama demokrasi? Mempunyai nama yang sama, tetapi dalam isi dan esensi yang jauh berbeda. Demokrasi yang dibawa Soekarno dengan sebutan “demokrasi terpimpin” sedang demokrasi yang dibawa soeharto “demokrasi pancasila”.
Demokrasi tinggi “mahar”-Nya.
Setiap orang banyak mengungkapkan kata demokrasi, tetapi di lapangan jauh berbeda kenyataannya. Banyak obral janji mengatasnamakan akan mengusung faham demokrasi, padahal esensi dari demokrasipun disalahartikan. Dengan semakin moderennya kurun waktu saat ini, kata demokrasi adalah bentuk lawan dari kediktatoran, kedzaliman, keserakahan, korupsi. Dan partai yang berasaskan Islam tidak mengusung demokrasi. Karena sebagian umat Islam banyak yang berpendapat demokrasi bukan dari Islam, berarti harus dijauhi, dan dibuang ke tong sampah.
Jadi banyak partai yang tidak berasaskan Islam di Indonesia mengeluarkan statemen, bahwasanya partainya mengusung demokrasi. Memang terbukti jargon mengusung demokrasi sangat jitu dalam meraih suara. Kita lihat saja di negara kita, partai Islam kalah di Indonesia dibandingkan partai nasionalis, kenapa? Karena yang didengungkan partai Islam sesuatu yang masih phobia didengar oleh masyarakat.
Seperti khilafah Islamiyah, penegakan syariah. Itu yang membuat masyarakat Indonesia masih takut. Dan belum relevan untuk direalisasikan di Bumi Pertiwi saat ini. Tetapi kenapa jargon syariah, pendirian khilafah itu sudah dimunculkan di permukaan, bukankah semua butuh proses, dengan istilah “slowly but sure”?
Tetapi karena cerdiknya partai yang mengusung faham demokrasi -walau hanya sekedar jargon saja, tidak ada bukti kongkrit, dan tidak mendapatkan esensi dari faham itu- mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat. Karena masyarakat lebih takut seandainya syariah diterapkan di Indonesia; yang terpikir adalah potong tangan, rajam, dan segala sesuatu yang berbau kekerasan itulah syariah, yang akan diaplikasikan jika seandainya partai Islam menjadi penguasa di Indonesia.
Padahal sesungguhnya, malah kita ketahui, yang banyak melakukan korupsi, sekandal perempuan, illegal mining, itu partai di luar Islam. Malah ada dari partai Islam yang mengembalikan gratifikasi uang, tidak ada yang terjerat korupsi. Tetapi itulah pentingnya sebuah jargon: atas nama demokrasi.
Nabi berpartai, berdemokrasi.
Sesungguhnya nabi Muhammad saw dan para sahabatnya tidak pernah mengenal pemilu, atau pesta demokrasi yang sekarang ada di negara kita, apalagi membangun partai atau mengurusi partai politik. Dan itu disepakati oleh para ahli sejarah, para ulama, dan juga semua umat Islam.
Dengan realita yang seperti itu, maka sebagian umat Islam mengharamkan mendirikan partai politik, dengan landasan tidak pernah Rasul dan para sahabatnya mengerjakan itu. Bahkan ada statemen unik, mem-bid’ah-kan perbuatan itu, dan akan masuk neraka orang yang berpolitik. Ada juga yang berasumsi bahwasanya demokrasi yang dilakukan itu adalah sistem kafir. Maka semakin haram saja hukumnya.
Dan di seberang pendapat ada yang mengungkapkan tidak jadi masalah kita melakukan politik praktis, walau tidak dilakukan Rasul, karena dengan tujuan untuk meng-islah-kan sesuatu yang telah rusak di parlemen. Pendapat ini dikomandoi syeikh al-Banni, Muhammad Rasyid Ridha, Syeikh Islam Ibnu Taimiyah, dll.
Penutup
Jadi jargon itu penting dalam segala hal, terkhusus yang berkenaan dengan demokrasi. Sedang tentang demokrasi hukum Islam mempunyai banyak pendapat; ada yang membolehkan, atau pun sebaliknya. Jadi kita harus realistis memberikan asumsi dalam masalah kekinian, tidak semena-mena mengharamkan demokrasi apalagi mem-bid’ah-kan. Sedangkan ulama kelas ataspun membolehkan, asalkan untuk kebaikan dan merubah menjadi yang lebih berkwalitas.
Kita hidup di dunia nyata, maka jangan kita menghayal di dunia mimpi yang tak ada gunanya untuk kebangkitan umat Islam. Kita akan selalu kerdil. Sekarang dunia telah menggunakan jargon demokrasi, termasuk Indonesia. Maka sebaiknya umat Islam juga mempunyai makna ini, dan mengikuti perkembangannya. Kalau ada kekurangannya maka tugas kita untuk memperbaikinya, bukan “demam” jika mendengar kata ini.
Jadi kita harus memandang Islam secara lugas, memahami syariah secara dewasa dan jangan kaku, agar tidak menyebabkan kebuntuan akal dalam memahami permasalahan umat yang kompleks dan terus dinamis. Wallahu a’lam bishwab
